Bobol Kartu Kredit, untuk Donasi Santunan

80

KALIBANTENG KULON — Kasus pembobolan kartu kredit dan kartu debit milik puluhan pelanggan restoran Sixteen-8 Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang dengan tersangka Angga Sanjaya, warga Jagalan Semarang Tengah, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang. Kasus pembobolan itu sebelumnya diselidiki oleh petugas Ditreskrimsus Polda Jateng.
Kepala Kejari Semarang melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Teguh Imanto mengatakan, pelimpahan perkara yang merugikan hingga puluhan juta rupiah tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan beberapa waktu lalu. ”Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan untuk selanjutnya disusun rencana dakwaan hingga dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin (4/6).
Teguh membeberkan, kasus tersebut terjadi sekitar November 2013 yang lalu. Tersangka yang merupakan petugas IT di restoran tersebut sengaja menyalin data dan nomor seri kartu kredit milik pelanggan. Selanjutnya data digunakan untuk melakukan pembelian secara online menggunakan jasa Paypal.
”Tersangka diduga melakukan tindak pidana pencurian atau tanpa hak secara melawan hukum mengubah, menambah, menyembunyikan data informasi elektronik dan dokumen elektronik milik orang lain,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, lanjut Teguh, tersangka dapat dikenai Pasal 362 KUHPidana dan Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan Pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
Seperti diketahui, tersangka telah ditahan sejak 5 Februari 2014 lalu. Di restoran, tersangka bekerja sebagai programmer dan perawat komputer. Tersangka juga tercatat bekerja di sebuah perusahaan produksi obat-obatan. Dengan kemahirannya dalam bidang komputer, tersangka berhasil memodifikasi mesin Electronic Data Capture (EDC) atau alat transaksi kartu kredit dan kartu debit milik Bank Central Asia (BCA) di restoran.
Mesin yang menggunakan Magnetic Stripe Recording (MSR) itu mampu merekam data yang dimasukkan melalui mesin EDC. Sehingga, data dan nomor seri, nama, dan tanggal masa berlaku pada kartu kredit dan kartu debit BCA milik pelanggan restoran dapat disalin secara otomatis. Tersangka telah menggesek kartu kredit maupun kartu debit pada mesin MSR di Sixteen-8 sekitar 80 kali.
Tercatat, beberapa barang yang sudah dibeli tersangka antara lain hardisk, kamera, powerbank, airsoft gun, dan ponsel. Selain itu, tersangka juga telah melakukan pemesanan kamar di hotel berbintang, serta donasi santunan ke sebuah tempat ibadah. Untuk barang yang dibeli, tersangka menggunakan alamat milik temannya. Barang yang didapat dijual kembali untuk membayar utang. (fai/ton/ce1)