Batik Diharapkan Dongkrak Ekspor

149

SEMARANG – Industri batik terus menunjukkan progres positif. Pemasaran produk batik makin membaik baik di dalam maupun luar negeri. Inovasi serta kualitas yang bersaing diharapkan dapat mendongkrak nilai ekspor Jateng.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Petrus Edison Ambarura mengatakan, untuk batik, pasar nasional maupun internasional terbuka lebar. ”Seperti kita ketahui, batik ini sudah kian dikenal, dan sudah diakui. Kondisi ini kita harapkan dapat membantu menaikkan nilai ekspor Jawa Tengah,” ujarnya di sela pembukaan Batik Vaganza di Mal Paragon, kemarin.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng nilai ekspor pada bulan April turun sebesar 3,79 persen atau setara dengan 19,60 juta dolar AS. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk menggenjot nilai ekspor. ”Ekspor harus terus digalakkan karena untuk menghindari defisit penjualan produk industri Jateng yang mulai turun saat memasuki triwulan II tahun ini,” jelasnya.
Mengenai penurunan ekspor batik, Edison optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. ”Harapan kami pasca Lebaran mendatang produksi bisa kembali baik dan kuantitas ekspor pun tetap tinggi,” ujarnya. (dna/smu/ce1)