9 Atlet Pilih Hijrah

181

KENDAL—Sejumlah atlet olahraga yang memiliki catatan prestasi membanggakan di Kendal, memilih untuk hijrah ke luar daerah. Akibatnya, Kendal kini kekurangan atlet berpotensi.  
Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kendal, Sutrisno mengatakan bahwa ada sembilan atlet yang pindah ke daerah lain. Di antaranya cabang olahraga atletik, satu orang ke Lampung. Tigak atlet sepak takraw, pindah ke Sumedang Jawa Barat dan tiga lainnya ke Kalimantan. Selain itu, ada satu atlet gulat memilih pindah ke Semarang dan satu atlet bridge pindah ke Bandung. “Ya begitulah susahnya. Kami sudah membina dan melatih baik-baik. Kemudian memilih pindah dengan berbagai alasan,” ujarnya, Rabu (4/6)
Menurutnya, Kendal merupakan daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam melahirkan atlet di tingkat provinsi maupun nasional. Dia mencontohkan, Kejuaraan Tingkat Daerah Provinsi Jateng Kabupaten Kendal berhasil meraih juara umum III dengan lima medali emas, dua medali perak dan tiga medali perunggu. Pekan Olahraga Daerah (Popda) Jawa Tengah 2014 tingkat SD berada di ranking 12, SMP sederajat berada di ranking 17, SMA sederajat ranking enam.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan peningkatan dan pengembangan bakat di bidang olahraga. “Salah satunya dengan melakukan pemusatan latihan pelajar daerah (PLPD). Hal ini dilakukan pada 10 cabang olahraga yakni sepak takraw, taekwondo, pencak silat, atletik, renang, tenis meja, angkat besi, anggar, voli pantai, dan bridge,” lanjutnya.
Kepala Dinpora Kabupaten Kendal, Dwiyanto menyatakan untuk mencegah atletnya berpindah, akan memberikan uang insentif bagi atlet berprestasi. “Ini upaya untuk mengikat para atlet agar tidak pindah ke luar daerah,” tandasnya.
Pada 2014 ini, katanya, pihaknya telah memberikan uang insentif kepada 33 atlet dari berbagai cabang olahraga. Besarannya masing-masing atlet Rp 625 ribu per bulan. “Kami berharap, para atlet ini terpacu meningkatkan kemampuannya dan tindak pindah,” tandasnya. (bud/ida)