MAGELANG – Warga binaan kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Magelang, diduga bentrok dengan sejumlah sipir.
Bentrokan dipicu cekcok soal lamanya waktu jam bezuk. Akibatnya, dua sipir menderita luka di bagian wajah.
Kepala Lapas II A Magelang, I Made Darmajaya, mengatakan, kejadian bermula ketika empat narapidana teroris hendak dibesuk oleh rombongan keluarganya, yang berjumlah 15 orang. Termasuk, sopir dan sanak keluarganya.
Empat napi kasus terorisme itu adalah Laode, Helmi Priowadani, Pahrul Ruji, dan Kiki Mohammad Iqbal.

”Petugas menegur 15 orang itu. Intinya, mereka tidak diperkenankan masuk secara bersamaan. Harus bergantian. Pembesuk yang lebih dulu masuk, diminta untuk keluar, karena batasan waktu kita hanya 30 menit.”

Darmajaya menjelaskan, sesuai aturan, pembesuk satu narapidana, maksimal hanya diperbolehkan lima orang. Lebih dari itu, harus bergantian. Yakni, 30 menit untuk masing-masing pembesuk. Meski begitu, masih ada toleransi waktu, namun hanya bersifat kondisional saja.


”Yang terjadi, pembesuk tidak mau keluar dari ruang besuk. Padahal, sudah 30 menit lebih. Petugas kami kemudian menegur mereka,” jelas Darmajaya.

Tak terima dengan teguran sipir yang berkali-kali menyuruh keluar dari ruangan besuk, empat warga binaan kasus terorisme tiba-tiba mengamuk. Mereka, klaim Darmajaya, memukuli sipir. Akibatnya, sipir mengalami luka di bagian wajah.
Korban pemukulan adalah Edi Hermawan, staf bagian bimbingan kerja dan seorang petugas keamanan, Herliadi. Keduanya mengalami luka di bagian pelipis. ”Tapi sekarang kondisinya tidak apa-apa. Malah sudah masuk Lapas lagi,” ucap Darmajaya.


Pasca-kejadian, Lapas berkoordinasi dengan Polres Magelang Kota dan Kodim 0705/Magelang. Meski begitu, dia belum bisa memastikan apakah kasus tersebut akan dibawa ke meja hukum atau tidak. ”Kita belum bisa memeriksa satu per satu narapidana (napi) yang ikut terlibat pemukulan. Tapi ada sekitar 7 orang,” tegasnya.

Dia menduga, selain warga binaan— sejumlah pengunjung— diduga terlibat dalam pemukulan tersebut. Namun, pihaknya memastikan tidak akan membatasi pengunjung ke Lapas II A setelah insiden tersebut. (mg4/isk/ce1)