SAMPANGAN – Jajaran Polrestaebes Semarang kembali menggelar razia di sejumlah titik Kota Atlas, Senin (2/6) malam. Petugas gabungan menyisir di kawasan jalan arah Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran, Sampangan, Simongan dan Pamularsih. Dalam giat itu, petugas mendapatkan 170 botol miras dari sejumlah warung remang-remang. Razia ini akan terus dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadan.

Setidaknya 100 personel gabungan turun ke jalanan untuk menyisir sejumlah warung remang-remang. Para pedagang sempat kalang kabut ketika mendapati kedatangan petugas. Dengan sigap, dilakukan penyisiran dan ditemukan sejumlah miras. ”Iya itu sengaja saya jual miras. Sudah lama jualan di warung,” aku pemilik miras, Nina, 40.

Nina mengaku, pembeli biasanya datang ke lokasi untuk membeli miras. Biasanya pembeli datang di malam hari. Untuk mengelabui petugas, miras disimpan di balik warung yang tersembunyi. Ia membuka warung, setiap malam sampai pagi. ”Jualnya eceran, saya hanya jualan chongyang,” tambahnya.

Wakasat Sabhara Polrestabes Semarang Kompol Edy Broto mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai upaya cipta kondisi menjelang Ramadan. Sasarannya berbagai penyakit masyarakat, terutama peredaran miras di Kota Atlas. ”Ini upaya untuk memberantas penyakit masyarakat,” katanya.

Edy Broto menegaskan, tidak akan ada toleransi terhadap penyakit masyarakat. Termasuk pelaku perampasan di jalanan yang meresahkan masyarakat Semarang. ”Kami akan menindak tegas, agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” tambahnya. (fth/ton/ce1)