Pertahankan Emas Basket di PON 2016

155

Bambang Wuragil Kembali Pimpin Perbasi Jawa Tengah

SEMARANG – Bambang Wuragil terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Pengprov Perbasi (bola basket) Jateng periode 2014-2018 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berlangsung di Hotel Dalu Semarang, Selasa (3/6). Dengan demikian, pengusaha konstruksi tersebut telah memimpin Perbasi selama tiga periode. Kemarin, dia menjadi calon tunggal dalam Musprov yang diikuti 35 pengkab/pengkot Perbasi.
Bambang selanjutnya menjadi ketua tim formatur, didampingi anggota yang terdiri atas Poa Seng Goeng, Hartoyo (unsur pengurus lama), utusan Pengkab Perbasi Demak Sucipto dan utusan Perbasi Karanganyar Rahmadi Wibowo (unsur pengkab/pengkot), untuk selanjutnya membentuk kepengurusan.
Bambang Wuragil yang lahir 17 Mei 1961 tersebut menyatakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan insan bola basket kepadanya. Langkah-langkah strategis telah disusunnya agar pembinaan basket tak hanya marak, tapi prestasi tim basket Jateng mampu berdaya saing di level nasional. Salah satu upaya pentingnya yaitu mempertahankan prestasi di PON XIX tahun 2016 mendatang, di mana basket Jateng merebut satu medali emas dan satu perak. ”Kami sudah menyiapkan manajemen yang diisi figur yang andal untuk PON 2016. Kita sudah mulai penjaringan pemain berbakat dan ke depan, mereka akan kami titipkan di klub profesional seperti Sahabat dan Satya Wacana agar punya jam terbang tinggi. Untuk tim putri, kami masih optimistis sedangkan putra memang cukup berat peluangnya,” kata mantan ketua KONI Kota Semarang tersebut.
Ditambahkan dia, dalam kepengurusan mendatang, pihaknya melakukan pembenahan organisasi, pembinaan SDM dan perwasitan. Di bidang organisasi, kata Bambang, pihaknya masih punya pekerjaan rumah yaitu menghidupkan tujuh pengkab/pengkot yang kurang aktif dan masa kepengurusannya sudah habis. Selain itu, di bidang perwasitan, perlu ditertibkan lagi dalam soal penugasan.”Satu hal lagi saya ingin meminimalisasi benturan internal, sehingga ke depan Perbasi lebih solid dan kompak,” tambahnya.
Di bagian lain, General Manager Tim Basket PON Jateng Poa Seng Goeng menyebut, prestasi hanya bisa dicapai dengan banyak faktor, kualitas pemain, jam terbang yang banyak dan sokongan dana yang memadai. Dia sendiri menyebut bahwa tim basket Jateng, baik putra maupun putri, akan melakukan serangkaian try out untuk mengasah teknik dan mental. ”Itu sebabnya kami butuh dukungan KONI Jateng agar program yang dibuat Perbasi bisa lancar. Selain melawan tim berkualitas di Indonesia, rencananya kami merancang try out ke luar negeri. Itu butuh dana besar. Soal bonus PON juga perlu dipertimbangkan khususnya untuk cabang permainan. Jangan sampai, misalnya pemain basket kami yang merebut emas mendapatkan Rp 40 juta, tapi atlet peraih perak nomor individu di provinsi lain mendapatkan Rp 50 juta. Ini bisa melukai hati atlet,” kata mantan manajer tim putri basket Jateng di PON 2012 itu.
Musprov kemarin dibuka oleh Plt Ketua Umum KONI Jateng Hartono. Dalam sambutannya, Hartono meminta kepada insan basket Jateng kembali memberikan kontribusi medali emas di PON 2016. Dia juga mengakui, KONI belum bisa maksimal dalam menyokong dana pembinaan untuk cabang-cabang olahraga.”Tapi kami optimistis, karena ada banyak figur hebat di basket, cabang ini masih bisa diandalkan di PON nanti,” imbuhnya. (bas/smu)