Penataan Bledug Kuwu Butuh Rp 20 M

212

KRADENAN – Penataan wisata Bledug Kuwu di Desa Kuwu, di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, perlu mendapatkan suntikan dana besar. Untuk itu, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan, memprediksi pembangunan wisata alam tersebut membutuhkan dana Rp 20 miliar.
”Untuk pengembangannya memang dibutuhkan dana Rp 20 miliar lebih. Maka untuk pembangunannya kami membutuhkan investor,” kata Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, Ngadino kemarin.
Untuk pengembangannya, sampai sekarang Dinporabudpar masih terus mempromosikan Bledug Kuwu pada investor. Baik di Kabupaten Grobogan sendiri maupun di kota besar. Sebab, wisata Bledug Kuwu mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki daerah lain.
”Untuk anggaran pembangunan dan perawatannya, Bledug Kuwu mendapatkan Rp 100 juta tahun ini. Sehingga untuk pembangunannya masih membutuhkan dana besar dari investor,” terang dia.
Sementara itu, untuk pembangunan wisata Bledug Kuwu sudah beberapa kali dilakukan rehab. Di antaranya untuk pembangunan pagar gapura, jalan setapak, dan penghijauan.
Terpisah, Kepala UPTD Disporabudpar Kecamatan Kradenan, Sriyono mengatakan, pendapatan tiket masuk Bledug Kuwu mengalami peningkatan. Namun untuk realisasi 2013 menurun dibandingkan 2012 lalu. Jumlah pendapatan karcis untuk pengunjung 2013 terealisasi Rp 57.616.000 dari target awal Rp 57.500.000. Sedangkan untuk realisasi 2012 sebanyak Rp 59.786.000 dari target yang sama Rp 57.500.000.
”Penurunan pendapatan ini, karena harga karcis tidak ada kenaikan, masih tetap Rp 2 ribu. Fasilitas wisata yang masih sama atau belum ada penambahan juga berpengaruh,” terang dia.
Sriyono menjelaskan, wisata Bledug Kuwu memiliki potensi besar. Hanya, untuk pengelolaan dan promosi masih kurang. Sehingga, mayoritas pengunjung merupakan warga Grobogan dan sekitarnya. Seperti dari Kabupaten Kudus, Pati, Blora, Jepara, Sragen, dan Semarang. Sedangkan untuk pengunjung dari jauh seperti dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Surabaya tidak ada.
”Pengunjung dari luar kota yang jauh, biasanya datang ke Bledug Kuwu karena sedang berkunjung ke rumah saudara,” ujarnya. (mun/lin/jpnn/ric)