KRAPYAK – Setelah satu minggu diberi hak untuk pikir-pikir, terdakwa kasus dugaan pemalsuan air zamzam Thalib bin Saeb bin Thalib, 58, akhirnya menerima putusan hakim. Ia harus menjalani pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun.
Hal itu disampaikan penasihat hukum terdakwa Khudori saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (3/6). Menurut Khudori, kliennya yang merupakan warga Polaman RT 1 RW 1, Kecamatan Mijen Semarang tersebut telah menerima dan mengakui segala kesalahannya. ”Dari kami menerima. Bapak mengaku salah dan beliau menerima putusan, dan tidak mengajukan banding,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng Kurnia. Ia mengatakan, meski putusan hakim jauh di bawah tuntutan namun pihaknya mengaku menerima. ”Dari kami sudah menerima putusan. Meski begitu, kami siap menyusun kontra memori banding jika terdakwa mengajukan banding,” ujarnya. Lantaran kedua belah pihak mengaku sudah menerima, maka perkara tersebut dinyatakan selesai dan memiliki ketetapan hukum yang sah.
Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu majelis hakim PN Semarang yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto memutus terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Ia dinilai terbukti melakukan kesalahan, yakni memalsukan air zamzam dan menjualnya tanpa memiliki izin usaha industri. Terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 24 ayat (1) UU 5/1984 tentang Perindustrian.
Hakim menilai, dalam menjalankan operasinya, terdakwa menggunakan perusahaan miliknya CV Ebin Thalib Mandiri tanpa mempunyai izin usaha industri. Padahal usaha tersebut memiliki omzet miliaran rupiah. Terdakwa juga tidak menyampaikan secara jujur barang yang diproduksi dan diperjualbelikannya.
Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah di bidang industri. Selain itu, perbuatan terdakwa dinilai telah melukai hati umat Islam karena telah memalsukan air zamzam. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan, belum pernah dihukum, meminta maaf, dan menyesali perbuatannya. (fai/ton/ce1)