Mabuk, Todong Remaja Pacaran

72

KARANGAYU – Dua perampas spesialis remaja pacaran di kawasan Banjir Kanal Barat berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Semarang Barat. Kedua pelaku acap beraksi di tengah kegelapan malam di sepanjang Sungai Banjir Kanal Barat. Modusnya dengan mengancam dan meminta uang. Jika tak diberi, pelaku tidak segan menyakiti para korban.

Dua pelaku adalah Budi Sulistyo, 20, warga Jalan Borobudur IX RT 11 RW 12, Kembangarum, Semarang Barat serta Andik Kurniawan, 20, warga Jalan Srinindito V RT 02 RW 01, Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Pemuda yang bekerja di percetakan daerah Borobudur Semarang Barat ini ditangkap tidak lama usai merampas di Banjir Kanal Barat, 29 Mei lalu. Korbannya adalah Bambang Wijanarko. Kuat dugaan, Budi dan Andik merupakan perampas spesialis remaja pacaran di sepanjang Banjir Kanal Barat yang meresahkan masyarakat.

Budi mengaku baru kali pertama melakukan aksi perampasan. Saat itu, ia dan rekannya usai mengonsumsi miras jenis ciu dan trihex. Saat dalam kondisi mabuk itulah, dua pemuda ini mulai menjalankan aksi perampasan. ”Saya yang mengajak dengan membawa ikat pinggang dikasih lempengan besi,” akunya.

Sembari sempoyongan, Budi mendekati korban yang sedang berpacaran. Ia mendekat dan mengancam meminta uang. Korban yang takut akhirnya menyerahkan uang. ”Saya dapat Rp 20 ribu. Itu masih dalam kondisi mabuk,” imbuhnya.

Setelah itu, keduanya bukannya pulang kembali mencari korban baru. Modusnya sama dengan mengancam dan meminta uang. Hasil rampasan dibelikan ciu dan trihex untuk digunakan bersenang-senang. ”Baru sekali merampas. Itu dilakukan spontan,” tambah Andik.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan, dua tersangka selalu merampas remaja yang pacaran di sepanjang Banjir Kanal Barat. Mereka dibekuk tidak lama usai merampas uang milik Bambang Wijanarko yang sedang nongkrong. ”Begitu ada laporan, anggota langsung menyisir lokasi. Ditemukan dua pelaku masih mabuk di sekitar Banjir Kanal,” katanya.

Yani menambahkan, dua pelaku beraksi dalam kondisi mabuk. Ia tidak mudah percaya dan masih mengembangkan kasus tersebut. ”Pengakuan sekali, cuma kami masih mengembangkan. Mereka sepertinya memang kerap beraksi di daerah itu,” tambahnya. (fth/ton/ce1)


Silakan beri komentar.