Candi Ngempon Perlu Ditata

101

Marak Tempat Karaoke dan Biliar

UNGARAN–Kawasan situs Candi Ngempon yang berada di lingkungan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang akan ditertibkan. Sebab,di dekat lokasi benda cagar budaya (BCB) tersebut mulai bermunculan tempat hiburan karaoke dan biliar yang dikhawatirkan mengarah pada kegiatan prostitusi. Selain itu, juga akan ditertibkan pembuatan bangunan tambahan yang dilakukan warga pada benda cagar budaya tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Semarang, Hernowo Sudjendro, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi Candi Ngempon. Memang ada pembuatan tiang cor di petirtaan oleh warga. Pihaknya sudah meminta agar tiang tersebut dicabut, karena akan mengganggu BCB.
“Saya sudah cek dan meminta agar tiang di petirtaan air panas tersebut dicabut. Jadi, kondisi situs tersebut kami minta dikembalikan seperti semula. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng rencananya juga akan membersihkan bangunan Candi Ngempon agar tetap terpelihara,” kata Sudjendro, Selasa (3/6) kemarin.
Lebih lanjut Sudjendro mengatakan, butuh penataan objek wisata Candi Ngempon. Selain itu pengawasan juga harus dilakukan sesering mungkin. “Kita akan koordinasikan dengan instansi terkait untuk menjaga keberadaan benda cagar budaya. Kita juga akan pantau terus kondisinya,” tuturnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong, meminta Satpol PP melakukan penertiban adanya karaoke dan arena biliar di sekitar Candi Ngempon. Sebab, tidak layak lokasi candi yang digunakan untuk wisata religi dan pendidikan terdapat tempat hiburan seperti itu. Keberadaan bangunan cagar budaya ada perlakuan khusus dibandingkan bangunan pada umumnya. Keberadaan BCB juga dilindungi peraturan yang mengatur masalah benda cagar budaya tersebut.
“Candi Ngempon itu masih digunakan untuk upacara keagamaan. Jadi, tidak layak di sekitar objek wisata religi ada karaoke dan biliar. Sama halnya ada tempat karaoke di dekat tempat ibadah lainnya juga dilarang,” kata The Hok.
Menurut The Hok, untuk mendirikan tempat karaoke harus ada izinnya. Jika karaoke dan biliar di sekitar Candi Ngempon ada izinnya The Hok menilai ada sesuatu yang bermain dalam perizinan. “Jadi, tempat hiburan di sana harus dicek izinnya ada atau tidak. Kalau ada izinnya pasti ada apa-apanya. Semestinya Satpol PP Kabupaten Semarang bertindak tegas terkait adanya pelanggaran tersebut, kalau tidak bertindak tegas tentu dipertanyakan legitimasinya, jangan-jangan ikut bermain di sana,” tandasnya. (tyo/aro)