Terancam Zona Degradasi

124

TEMANGGUNG — Persitema akan menghadapi Persis Solo pada laga Divisi Utama PT Liga Indonesia, Rabu (4/6) besok. Terkait hal itu, Manajer Persitema, Yunianto, optimistis anak asuhnya mampu lepas dari zona degradasi yang kini mengancam.
Posisi sebagai underdog grup 4 Divisi Utama PT Liga Indonesia, mengancam tim kota tembakau ini dicoret dalam pertandingan musim depan.
”Kalau kita kalah dan harus degradasi, kita akan masuk ke Liga Nusantara. Sekarang Divisi III, Divisi II dan Divisi I kan sudah dibubarkan dan diganti dengan Liga Nusantara. Pemenangnya promosi ke Divisi Utama dan yang kalah degradasi.”
Di sisi lain, Pelatih Kepala Persitema, Yopie Riwoe. menambahkan, manajemen mental adalah kunci kemenangan para pemain. Karena itu, sifatnya rahasia, agar tidak mudah dibaca lawan.
”Kita punya strategi sendiri. Tapi itu tidak bisa saya sebutkan. Nanti kita lihat saja. Saya yakin, pemain kita punya mental kuat bertanding melawan tim besar sekalipun. Ini sudah saya buktikan di tim-tim yang saya tangani sebelumnya, tapi masih rahasia ya,” kata Yopie Riwoe.
Dari serangkaian pertandingan yang telah dilakoni Persitema di Divisi Utama PT Liga Indonesia, problem yang dilihatnya adalah soal mentalitas pemain yang rendah. Ia menjelaskan, sebelum menghadapi tim besar, Laskar Bambu Runcing cenderung minder. Dengan kekuatan mental yang lemah tersebut, pihaknya melihat potensi kekalahan sangat tinggi.
”Saya melihat itu sebagai problem utama, sehingga harus saya selesaikan lebih awal. Soal mentalitas ini, juga soal bagaimana kita punya keyakinan diri bahwa kita mampu. Kalau kita sudah yakin kita kalah, maka tentu semangat kita juga lemah,” terangnya.
Sayangnya, ia enggan memaparkan strategi seperti apa yang akan digunakan untuk mengasah mental Barisan Ayam Kedu. Menurut Yopie, dengan membeberkan strategi tersebut, maka pihak lawan akan mudah membaca pola serang dan manajemen pertandingan yang akan diterapkan. ”Kita lihat saja nanti hasilnya di lapangan,” katanya optimistis.
Dijelaskan, inti dari manajemen mental yang akan dilakukan, adalah meyakinkan para pemainnya. Yaitu, bahwa mereka punya kekuatan besar untuk menang. Perpaduan antara  kemampuan individu, akan membawa kemenangan jika dimanfaatkan dengan baik. ”Yang pasti, secara garis besar kami menekankan seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya, Yopie mengatakan, tetap akan memasang formasi 4-4-2 dalam setiap laga yang dilakoni. Meski begitu, formasi tersebut akan terus mendapatkan variasi bentuk, sehingga bisa lebih fleksibel. Pola 4-4-2 memungkinkan posisi bertahan dan lini tengah terjaga dengan baik, sebagai bagian dari pola kolaboratif defensif-ofensif.
Menurut Yopie, pola 4-4-2 merupakan pilihan paling tepat. ”Tidak ada pilihan lain untuk menerapkan formasi itu (4-4-2). Sebab, itu pilihan terbaik yang bisa kita ambil.” Meski begitu, perubahan formasi masih memungkinkan dilakukan, sesuai kebutuhan. ”Fleksibel dong, tidak boleh kaku.”
Ia menganalisis, formasi 4-4-2 yang dipilih merupakan formasi sempurna, setelah melihat kemampuan anak didiknya. Kerja sama yang kurang baik antar-individu dapat tertutup dengan jarak antar-pemain yang diatur dengan sempurna. (zah/lis/ce1)

Tinggalkan Komentar: