SMKN Jateng Tampung Siswa Miskin

1658

PLOMBOKAN — Pendidikan tidak hanya dapat dirasakan untuk siswa yang memiliki ekonomi kuat, namun juga bagi siswa kurang mampu. Hal tersebut akan diterapkan di SMK Negeri Jawa Tengah. Sekolah yang baru dibuka tahun ini tersebut menyediakan 168 kursi untuk lulusan SMP dan sederajat dari seluruh Jateng. Siswa yang diterima berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi namun berprestasi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhammad Nuh mengapresiasi berdirinya SMK Negeri Jateng, yang nantinya akan dijadikan sekolah unggulan SMK se-Jateng. ”Kami bangga dan mendukung atas berdirinya SMK Negeri Jateng. Ini merupakan harapan bersama yang dinantikan masyarakat Jateng. Karena tidak mudah bila akan masuk sini, mengingat nilai rapornya juga harus tinggi dan berasal dari keluarga tidak mampu,” katanya saat ditemui Radar Semarang usai peresmian SMK Negeri Jateng di Jalan Brotojoyo, Senin (2/6) malam.
Nuh optimistis berdirinya SMK Negeri Jateng ini dapat memotong rantai kemiskinan, khususnya di Jateng. ”Gubernur punya tekad yang luar biasa untuk memotong mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan mengangkat harkat dan martabat. Kita semua optimistis, hal tersebut akan tetap terjadi,” ujar Nuh.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan, SMK Negeri Jateng ini adalah milik Pemerintah Provinsi Jateng dan dikelola bersama Dinas Pendidikan Jateng. Tujuan didirikan SMK Negeri Jateng, menurut Ganjar, adalah untuk mengurangi angka kemiskinan. ”Di sini akan menampung para siswa yang tidak mampu, namun memiliki prestasi dengan nilai tinggi,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto mengatakan, berdirinya SMK Negeri Jateng ini untuk memberikan kesempatan kepada siswa produktif yang tidak mampu. Para siswa yang diterima di sini nantinya akan diasramakan dan semua biaya pendidikan ditanggung oleh Pemprov Jateng.
”Karena itu, salah satu persyaratan calon siswa harus melampirkan surat keterangan tidak mampu. Sebab, ini sekolah yang dibiayai pemerintah, dengan APBD Provinsi Jawa Tengah. Biaya pendidikan gratis. Jadi, harus tepat sasaran. Seleksinya ada home visit untuk memastikan calon peserta didik dari keluarga tidak mampu,” kata Nurhadi Amiyanto.
Berdirinya SMK tersebut, menurut Nurhadi, sebagai bukti komitmen yang nyata dari Pemprov Jateng dalam mengatasi masalah di bidang pendidikan. Dikatakan, fasilitas yang akan didapatkan siswa pun tidak tanggung-tanggung. Mulai dari biaya gratis, asrama gratis, hingga seragam sekolah pun akan diberikan tanpa harus membayar.
SMK Negeri Jateng dibuka dengan tujuh kompetensi keahlian. Lima kompetensi keahlian berkampus di Semarang, yakni teknik bangunan, teknik elektronika, teknik ketenagalistrikan, teknik mesin dan teknik otomotif. Sedangkan dua kompetensi keahlian yang lain seperti agrobisnis pengolahan hasil pertanian dan perikanan serta teknik otomotif berkampus di Pati. Masing-masing bidang kompetensi keahlian berdaya tampung 24 siswa.
Masyarakat terlihat antusias dengan didirikannya sekolah unggulan untuk siswa kurang mampu ini. Hal tersebut dibuktikan dengan membeludaknya lulusan SMP dan sederajat yang mendaftar di SMK Negeri Jateng. Hingga kemarin tercatat 760 lulusan SMP di Jateng yang mengikuti ujian kemampuan akademik untuk masuk ke sekolah ini.
”Ujian seleksi dibagi di enam lokasi. Yakni, Semarang, Tegal, Pati, Purwokerto, Magelang dan Surakarta,” imbuh Plt Kepala SMK Negeri Jateng Sulistyo. (mg1/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: