Sidak Disiplin, 16 Pendidik Terjaring

110

SALATIGA—Sebanyak 16 pegawai negeri sipil (PNS) terjaring inspeksi mendadak (Sidak) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Salatiga yang digelar secara bersamaan di tiga institusi pendidikan, di SMA N 1, SMA N 2 dan SMA N 3. Namun 14 PNS di antaranya, berasal dari SMAN 1 yang disebut–sebut sebagai sekolah favorit. Sementara dua orang lainnya berasal dari SMAN 2.
Sidak dipimpin langsung oleh Sekda Kota Salatiga, Agus Rudianto bersama Asisten Sekda, Kepala BKD, Kabag Hukum, Kabag Humas dan Satpol PP Kota Salatiga. Pelanggaran kedisiplinan yang ditemukan adalah keterlambatan kedatangan para pegawai. Selain itu, pemakaian atribut tidak sesuai aturan, tidak memakai lencana Korpri, nama dan tanda pengenal. ”Pelanggaran lain adalah kerudung yang tidak sesuai dengan seragam ataupun ikat pinggang yang tidak sesuai dengan ketentuan,” terang kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Adhi Isnanto.
Menurut Adhi, seluruh PNS yang kedapatan melanggar mendapatkan surat teguran di masing-masing institusi dengan tembusan kepada Disdikpora Pemkot Salatiga. Sesuai dengan Perwali nomor 46/2011 dan PP nomor 53/2010, seharusnya PNS mengerti mengenai seragam dan ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Salatiga Agus Rudianto menyampaikan bahwa persoalan seragam sudah bukan himbauan tetapi perintah. Karena sudah ada peraturan wali kota nomor 46/2011 yang mengatur tentang pemakaian seragam. “Guru harus bisa menjadi contoh bagi anak didiknya,” terang Sekda.
Lebih jauh ia menyatakan bahwa aturan jam kerja bagi guru juga sudah jelas mulai pukul 07.00 pagi sampai dengan 14.00 siang. “Sehingga ada atau tidak jam mengajar, guru harus tetap datang sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan,” lanjut Sekda.
Terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Salatiga, Septa Maya Hidayati kaget dengan hasil sidak tersebut. Terlebih SMA Negeri 1 merupakan sekolah favorit yang seharusnya kedisiplinan menjadi kebiasaan para gurunya. “Murid akan mencontoh gurunya. Kalau gurunya disiplin, tentu muridnya akan mengikuti. Sebaiknya sidak dilakukan secara berkala,” ujar dia. (sas/ida)