Sarana Publik Jangan Sulitkan Warga Lansia

133

PLEBURAN—Kabupaten Banjarnegara akan menjadi percontohan Kota Lanjut Usia (Lansia) dari Jawa Tengah. Banjarnegara juga menjadi daerah tujuan wisata lansia.
“Banjarnegara itu sebagai kota ramah lansia dalam layanan kesehatan karena pelayan dengan perawat yang terlatih dan layanan santun lansia,” ungkap Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jateng Djoko Sutrisno usai peringatan Hari Lansia di Dinas Sosial Provinsi Jateng, Sabtu (31/5). Kemarin, ribuan lansia di Jateng berkumpul di Jalan Pahlawan untuk melakukan jalan sehat sejauh 3 km. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan senam sehat di halaman kantor Dinsos Provinsi Jateng.
Djoko berpendapat Kota Semarang juga sudah layak menjadi kota ramah lansia. Pembangunan sarana publik memperhatikan aspek keselamatan bagi lansia. Beberapa syarat Kota Lansia antara lain lingkungan yang bersih, menyenangkan, jalan untuk pedestrian cukup lebar, aman, dan tidak licin. “Sehingga ketika digunakan itu tidak mencelakakan atau menyulitkan bagi warga lansia,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo mengatakan lansia di Jateng berjumlah 2,9 juta jiwa. Jumlah tersebut terbagi dalam kategori potensial dan nonpotensial. Karenanya Dinsos akan memberikan keterampilan bagi lansia nonpotensial agar bisa berkarya. “Dinsos ada 7 balai yang menangani lansia, salah satunya di Pucanggading,” katanya.
Lebih lanjut Budi mengatakan kepedulian dan penghormatan bagi lanjut usia merupakan suatu keniscayaan. Oleh karena itu, Dinsos terus berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial melalui program terpadu dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. “Jadi warga lanjut usia ini merupakan sosok yang layak dihormati dengan berbagai program peningkatan kesejahteraan sosial,” katanya. (hid/ton)

Tinggalkan Komentar: