Rp 30 Juta untuk Penemu Cagar Budaya

150

MUNGKID – Balai Konservasi Borobudur (BKB) terus mengupayakan pemberian kompensasi dan penghargaan kepada penemu benda cagar budaya. Salah satunya menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 juta.       
”Anggaran tersebut khusus untuk kompensasi penemu benda cagar budaya. Bagaimanapun, negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan menyelamatkan cagar budaya yang dibuat oleh nenek moyang untuk bisa dimanfaatkan oleh generasi sekarang,” kata Kepala BKB, Marsis Sutopo, kemarin.
Menurut BKB, pemberian kompensasi sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. ”Anggaran sudah disediakan,” kata dia.
Namun, jika hingga akhir tahun tidak ada laporan penemuan maka dana tersebut akan dikembalikan ke negara sebagai sisa anggaran. ”Kalau tidak cukup, ya dialokasikan lagi tahun depan,” ucap Marsis.     
Sejauh ini, BKB telah dua kali memberikan kompensasi kepada warga penemu benda purbakala. Pertama tahun 2013, diberikan kepada Kasri, penemu dua kepala arca Buddha Borobudur di Dusun Mandelan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Ketika itu Kasri mendapat kompensasi sebesar Rp 7 juta.     
Kedua diberikan kepada Mat Fadhilan dan tiga warga lainnya akhir pekan lalu. Mereka adalah penemu benda-benda purbakala di Dusun Candi, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang pada pertengahan April 2014 lalu. Total besaran kompensasi yang diberikan sebesar Rp 8 juta.
”Besaran yang diberikan berdasarkan penilaian dan penghitungan dari tim penilai yang terdiri atas beberapa instansi. Selain itu, benda purbakala yang ditemukan harus memenuhi tujuh faktor. Antara lain unsur keutuhan, bahan materiil, nilai arkeologis, nilai kelangkaan, estetika, kontekstual, dan iktikad,” papar Marsis. (vie/lis/ce1)