Polemik Pasar
Sukoharjo

SEMARANG–PT Ampuh Sejahtera kontraktor pembangunan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo mengingatkan sejumlah peserta lelang yang telah mendaftarkan diri dalam proses lelang pembangunan Pasar Sukoharjo untuk tidak melanjutkan lelang. Pasalnya, menurut PT Ampuh, jika proyek Pasar Sukoharjo tersebut masih dalam sengketa dan masih dalam kuasanya. Karena hingga kini belum ada serah terima pekerjaan antara PT Ampuh dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pemkab Sukoharjo.
Manager Teknik PT Ampuh Sejahtera, Ajiyono, mengatakan, hingga saat ini PPK yang berkontrak tidak pernah mengadakan perhitungan dengan PT Ampuh. Kekurangan dana sebesar Rp 6,214 miliar lebih juga belum dibayar. “Lalu apakah masih ada yang berani mengikuti pelelangan, karena barang-barang masih sengketa (tempat masih sengketa, Red). Semua masih dalam kekuasaan PT Ampuh,” tegasnya dalam rilis yang diterima Radar Semarang.
Ajiyono mengancam, jika tetap dilakukan pelelangan, PT Ampuh akan mengajukan tuntutan berkali-kali, sehingga rakyat bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi. “Karena PPK dan PT Ampuh yang berkontrak, seharusnya kedua belah pihak yang cepat menyelesaikan. Apabila PPK tidak mengambil sikap yang jelas dan sampai ada pihak ketiga yang masuk dalam ranah perjanjian, maka kami akan mengajukan tuntutan hukum kepada PPK secara dinas maupun pribadi, baik pidana maupun perdata dengan perbuatan melawan hukum,” ancamnya.
Sebagaimana diberitakan, Pemkab Sukoharjo nekat mengumumkan proses lelang Pasar Sukoharjo melalui LPSE (layanan pengadaan secara elektronik). Dalam lelang tersebut sejumlah peserta telah mendaftar. Padahal saat ini proses tuntutan perdata wanprestasi PT Ampuh Sejahtera masih berjalan di Pengadilan Negeri Sukoharjo. PT Ampuh mengaku jika hasil pekerjaan 25 persen atau senilai Rp 6,214 miliar belum dibayar oleh Pemkab Sukoharjo.(aro)