Petani Nglinting Bersama

85

TEMANGGUNG — Ribuan petani tembakau di Kabupaten Temanggung yang tergabung dalam Laskar Tembakau Temanggung, menggelar unjuk rasa, Sabtu (31/5) lalu. Demo digelar untuk memperingati Hari Antitembakau Sedunia.
Mereka memperingati Hari Antitembakau, dengan aksi nglinting rokok bersama. Juga menggalang petisi tanda tangan di atas kain.
Petisi ditandatangani di atas kain putih sepanjang 25 meter dengan lebar 2 meter. Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi  juga ikut membubuhkan tanda tangan, bersama ribuan petani lain. Selain itu, petani juga merokok bersama-sama, baik rokok tingwe (melinting sendiri) atau merokok dari rokok produk pabrikan.
”Yang membuat aturan soal pertembakauan adalah  orang luar (luar negeri). Kita hanya ikut-ikutan saja. Karena itu, nek gawe aturan ajo sak karepe dewe (kalau buat aturan jangan seenaknya sendiri). Sebab, hal itu akan berdampak merugikan petani,” kata Wakil Bupati Irawan saat memberikan pernyataan di sela-sela aksi.
Ia mengingatkan, untuk menolak aturan yang sangat merugikan kalangan petani tersebut, maka petani tembakau harus kompak. Irawan mengatakan, sebagian besar penduduk Temanggung adalah petani, dan masih bergantung pada tanaman tembakau.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng Wisnu Brata, mengatakan, aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap Hari Tanpa Tembakau Internasional. Juga penolakan terhadap ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
APTI menilai, hal tersebut akan mematikan para pelaku pertembakauan, mulai hulu hingga hilir. ”Sampai sekarang masih banyak warga Indonesia, khususnya warga Temanggung yang bergantung pada tembakau,” jelasnya.
Oleh karena itu, ratifikasi pengendalian tembakau (FCTC) dipastikan akan merugikan kalangan tembakau. ”Pemerintah pusat harus berhitung jika akan meratifikasi FCTC. Sebab, diratifikasi banyak di antara pelaku pertembakauan yang akan mati (gulung tikar).”
Rahma, salah satu orator dalam aksi itu menyebutkan, dari tembakau, bisa memberikan beasiswa sekolah bagi warga. ”Saya bersama 105 rekan yang lain menerima beasiswa yang diberikan oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), dan sekarang sudah lulus,” jelasnya.
Menurut Wisnu, tanda tangan yang dikumpulkan oleh petani tersebut rencananya akan dikirimkan ke Gubernur Jateng, yang kemudian akan dikirimkan ke presiden. (zah/lis/ce1)

Tinggalkan Komentar: