Perpustakaan Harus Inovatif

25

WONOSOBO – Perpustakaan Kabupaten Wonosobo mencatat prestasi nasional. Tantangan ke depan, di era perkembangan teknologi, perpustakaan harus menggali inovasi agar jumlah pengunjung tidak turun. Salah satunya dengan menambah buku referensi sesuai kebutuhan masyarakat.
”Perpustakaan harus lebih inovatif, selain manajemen ditingkatkan. Sarana pelayanan berupa referensi juga harus ditingkatkan,” kata Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, Faizun saat menerima kunjungan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, akhir pekan lalu.
Faizun menuturkan, sejumlah prestasi memang sudah diraih oleh Perpusda Wonosobo. Namun berkembangnya teknologi dengan informasi yang mudah bisa diterima oleh masyarakat, maka perpustakaan juga harus meningkatkan pengelolaan agar jumlah pengunjung terus meningkat.
”Referensi buku bisa ditambahkan berkaitan dengan minat dan kebutuhan masyarakat, misalnya saja sektor pertanian, ekonomi sosial dan budaya,” katanya.
Faizun menilai, peran perpustakaan daerah sebagai penyedia layanan informasi berbasis buku dan sumber ilmu pengetahuan dewasa ini makin terkikis oleh kecanggihan teknologi. Layanan internet yang telah merambah hingga ke pelosok desa, bahkan kini bisa diakses hanya dengan perangkat telepon pintar dalam genggaman tangan.
”Kondisi tersebut membuat minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan pun semakin hari, semakin menurun. Padahal, beragam koleksi buku, banyak yang lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari, daripada membuka laman-laman di dunia maya, yang akurasinya belum terjamin,” katanya.
Sekretaris Daerah Eko Sutrisno Wibowo mengharapkan, dengan tantangan itu, pengelola Perpusda Wonosobo bisa menambah lagi koleksi-koleksi buku, serta melengkapinya dengan kemudahan akses internet bagi pengunjung perpustakaan.
Menanggapi penjelasan sekda, Ketua Komisi D DPRD Jateng, HM Rukiyanto SH mengatakan, kunjungan kerja ke Perpusda Wonosobo dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan wilayah Jawa Tengah. Selain berdasar pada prestasi yang telah diraih Perpusda Wonosobo, Komisi D juga mempertimbangkan adanya upaya penataan gedung perpusda Wonosobo, yang dikenal sangat nyaman dan ramah bagi pengunjung.
”Melalui kunker sehari ini, kami juga berupaya menggali informasi terkait pengelolaan arsip daerah di Kabupaten Wonosobo, yang beberapa waktu lalu juga sempat menorehkan prestasi sebagai pengelola arsip terbaik,” ujarnya.
Sebagaimana disampaikan sekda, Rukiyanto juga sepaham mengenai perlunya perpustakaan meningkatkan kualitas layanan dan melengkapinya dengan sarana tekonologi yang mendukung peran dan fungsinya, sehingga minat masyarakat untuk mengunjunginya tidak menurun.
”Pengelola perpustakaan harus lebih inovatif meningkatkan pelayanan dan kebutuhan masyarakat mengenai perpustakaan,” pungkasnya. (ali/adv/lis/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here