Perlu Penambahan Fasilitas

132

STADION dan gelanggang olah raga (GOR) Jatidiri sudah berusia 23 tahun. Fasilitas olahraga ini dibangun pada era pemerintahan Gubernur Jateng Ismail pada 1991.
Menurut dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Hendro Puji Purwanto, kompleks Stadion Jatidiri sudah saatnya dibenahi. Dari sisi kelayakan, kata dia, Jatidiri memang masih layak. Namun masih butuh pengembangan.
“Jika kita bandingkan dengan sport centre Jakabaring di Palembang, Jatidiri kalah jauh. Sebagai pusat olahraga tingkat provinsi, harusnya fasilitas Jatidiri lebih lengkap lagi,” tutur mantan atlet Pencak Silat Jawa Tengah ini kepada Radar Semarang.
Khusus untuk GOR Jatidiri, Hendro menyayangkan spesialisasi fungsi lapangan yang kurang jelas. “Lapangan tenis juga untuk lapangan silat, atau untuk lapangan voli. Seharusnya masing-masing cabang oleh raga memiliki lapangan sendiri-sendiri,” katanya.
Pembangunan sport centre dan stadion baru, menurutnya, juga perlu. Saat ini memang tengah dibangun sport centre di bekas GOR Trilomba Juang Mugas. Namun, menurutnya, lokasi di Mugas relatif sempit. “Jika dibangun sport centre akan lebih bagus di daerah yang lahannya masih luas, misalnya di daerah Mijen, Boja, ataupun di daerah lain yang lahannya memenuhi syarat,” ujarnya.
Terkait fasilitas yang ideal dalam sebuah pusat olahraga, menurutnya, seharusnya pemerintah menyediakan fasilitas seperti lapangan sepak bola, futsal, biliar, tenis meja, badminton, catur, basket, voli, renang, tenis indoor, panjat dinding, pacuan kuda, road race, drag race, motocross, voli pantai, panahan, serta lapangan tembak yang bertarah internasional.
“Selain itu, keamanan sporte center juga harus 24 jam, agar aman dan terawat serta tidak disalahgunakan,” katanya. (mg1/aro)