Pelajar Harus Paham Bela Negara

94

WONOSOBO – Kesbangpolinmas bekerja sama dengan Kodim 0707 Wonosobo menghelat pendidikan kilat (diklat) tentang pemahaman bela negara. Sasaran kegiatan tiga kelompok adalah pelajar SLTP, SLTA dan LSM/ormas. Kegiatan dipusatkan di BLK Wonosobo, selama enam hari.
Dandim 0707 Wonosobo Letkol Inf Agus Muchlis Latif mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberi bekal kepada generasi muda akan pentingnya rasa bela negara sejak dini.
Karena itu, jika negara ini dalam bahaya, maka sebagai generasi, sudah siap untuk membela negara, jika diserang oleh negara lain.
”Materi yang diajarkan meliputi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, bela negara, empat pilar, diskusi, perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.”
Agus menyebut, melihat perkembangan keamanan dunia saat ini, belum kondusif. Banyak negara yang saat ini mengalami pergolakan atau kudeta. Banyak faktor yang memengaruhi. Salah satunya, negara dari luar yang ingin mengusai sumber daya alam, utamanya hasil pertambangan. 
”Ditambah lagi budaya asing masuk ke suatu negara melalui media informasi seperti internet, TV.  Semua itu bertujuan untuk merusak generasi muda. Mereka dibuai untuk selalu hura-hura, tidak memikirkan kemajuan negaranya.”
Dikatakan, negara-negara adidaya ingin berusaha menjajah negara lain dengan cara yang halus. Yaitu, dengan cara menguasai bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan bidang kehidupan manusia lainnya.
Polanya, kata Agus, ada yang  menggunakan sistem adu domba antarkelompok, membuat kaum separatis, memunculkan isu HAM dan lain sebagainya.  Hal ini dapat kita lihat di negara-negara Timur Tengah.  Mereka perang dengan bangsanya sendiri.
”Melihat fonema tersebut, sudah saatnya bangsa Indonesia menyiapkan segala komponen yang ada khususnya generasi muda. Sehingga bisa menangkal segala bentuk penjajahan yang ada. Karena saat ini bangsa Indonesia masih dijajah akan tetapi kita tidak sadar dan tidak peduli akan itu semua,” ungkapnya. (ali/lis/ce1)

Tinggalkan Komentar: