Pejabat Bank Jateng Ditahan

9

Dugaan Korupsi
Aplikasi CBS

PLEBURAN — Pemimpin Utama Cabang Bank Jateng Susanto Wedi akhirnya ditahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Susanto adalah salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan aplikasi Core Banking System (CBS) di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah (sekarang Bank Jateng) tahun 2006 senilai Rp 35 miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jateng, Masyhudi, membenarkan penahanan terhadap Susanto Wedi tersebut. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Kedungpane Semarang. ”Hari ini (kemarin, Red) penyidik Kejati Jateng melakukan (penahanan) terhadap Susanto Wedi dalam perkara CBS di PT BPD Jateng tahun 2006,” kata Masyhudi, Senin (2/6) sore.
Dijelaskannya, penahanan tersebut untuk mempercepat proses penyidikan. Tim penyidik memutuskan untuk menahannya. ”Untuk selanjutnya dinaikkan ke tahap penuntutan,” ungkapnya.
Ada dua tersangka dalam kasus ini. Yakni, Direktur Operasional Bank Jateng Bambang Widiyanto dan Pimpinan Utama Cabang Bank Jateng Susanto Wedi. Surat perintah penyidikan tersangka Bambang yang juga mantan Kepala Divisi Akuntansi dan Pusat Data Elektronik Bank Jateng, terbit dengan nomor Print-9/O.3/Fd.1-03/2014 tanggal 4 Maret 2014. Informasinya, Bambang tidak turut ditahan karena sakit dan dirawat di rumah sakit.
Sedangkan untuk tersangka Susanto dengan nomor Print-10/O.3/Fd.1-03/2014. Susanto juga mantan Kepala Biro Perencanaan. Kedua surat itu tertanggal 4 Maret 2014. Penyidik masih menelusuri keterlibatan mantan Direktur Utama Bank Jateng berinisial H (Haryono), serta rekanan penyedia CBS. Dua tersangka disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proyek pengadaan CBS tersebut.
Dalam tahap penyelidikan, kejati sudah meminta keterangan dari berbagai pihak. Di antaranya, pihak Bank Jateng dan rekanan penyedia sistem. Dugaannya, proyek dipaksakan. Karena sistem yang lama masih bisa digunakan. Jenis software yang digunakan Bank Jateng adalah bancology, Sigma-AlphaBITS Core System, untuk konvensional dan syariah.
Untuk Sigma-AlphaBITS Core System yang dipakai Bank Jateng diduga tidak memenuhi kriteria yang disepakati. Kerugian dalam kasus ini diperkirakan Rp 5 miliar. Bank Jateng melakukan pengadaan CBS pada 2006. Proyek ini menghabiskan dana Rp 35 miliar. CBS merupakan software untuk sistem perbankan yang dipakai untuk memproses loan, saving, customer information file serta layanan perbankan lainnya. (fai/ris/jpnn/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here