SEMARANG – Industri olahan agro di Jawa Tengah terus menjadi perhatian. Pembinaan bagi para pelaku Industri Kecil Menengah terus dilakukan guna mendorong pengembangan di sektor ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Petrus Edison Ambarura mengatakan industri olahan di Jawa Tengah memberikan kontribusi sebanyak 30 persen pada Pendapatan Domestik Regional Bruto. “Karena itu industri olahan sudah selayaknya menjadi skala prioritas pemerintah provinsi Jateng,”ujarnya di sela pameran Industri Olahan Agro di Mal Ciputra, kemarin (2/6).
Pihaknya terus menggenjot pengembangan sektor ini dengan intensif memberikan pembinaan. Baik untuk meningkatkan sumber daya manusia, desain produk, kemudian rasa, dan tidak ketinggalan dari segi kesehatan. “Proses pengolahan juga harus memperhatikan dari segi kesehatan. Sehingga terjamin dan lebih laku di pasaran,”ujarnya.
Untuk itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi baik dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan serta MUI. Koordinasi dengan dua pihak ini sangat penting guna mengetahui kendala-kendala serta solusi untuk masalah kesehatan. “Misalnya ada produk yang cukup bagus sebetulnya, tapi ternyata tidak lolos BPOM atau tidak mendapat sertifikat halal MUI. Ini kan sayang, karena itu masalahnya di mana, kemudian kita perbaiki dan bisa dipasarkan lagi, baik di dalam maupun luar negeri,”ujarnya.
Terkait dengan perkembangan IKM industri olaha, lanjut Edison, di Jateng tiap tahun terus berkembang. Tahun ini saja sudah mencapai sekitar 3000 IKM dengan berbagai jenis olahan. Beberapa bahkan ada yang sudah berhasil menembus pasar internasional. “Tinggal kita fasilitasi tadi, dengan pembinaan, dan pameran-pameran semacam ini, agar produk-produk mereka lebih dikenal,”ujarnya.
Salah satu peserta pameran dari Wonosobo Eko Budi Sulistyo mengatakan, sejauh ini kendala yang mereka hadapi berupa masalah teknologi pengolahan, modal dan pemasaran. Berbagai pembinaan yang didapat perlahan mengatasi kendala-kendala tersebut. “Untuk teknologi kita sudah lumayan dapat, pemasaran sebagian sudah ada yang keluar negeri. tinggal kini berinovasi sehingga bisa lebih banyak jenis produk yang dijual. Kemudian pemasaran, diharapkan kita bisa ikut lebih banyak pameran dan mendapat sertifikat agar bisa menembus ke pasar luar negeri,”ujar Marketing Buavica Carica Yuasa Food ini. (dna/smu)