UNGARAN-Seorang lelaki misterius berumur sekitar 65 tahun, Senin (2/6) siang kemarin ditemukan tewas. Korban ditemukan oleh warga dalam posisi tergeletak di tengah sawah padi, milik warga di kawasan Hutan Tlogo di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Petugas Unit Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polres Semarang dan Polsekta Ungaran serta tim medis Puskesmas Ungaran langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan. Namun untuk memastikan penyebab kematiannya, jasad lelaki misterius itu dievakuasi ke RSUD Ungaran.
Menurut Kaur Desa Kalongan, Afifudin, 40, penemuan mayat misterius itu berawal ketika Suwardi, 70, warga Dusun Kajangan RT 1 RW 2, Desa Kalongan sedang mencari rumput di lahan milik Perhutani yang digarap warga. Ketika sedang beristirahat di gubug yang berada di lahan milik Ngasri, melihat ada tubuh orang terbenam di sawah padi.
“Karena curiga, Pak Suwardi melihat agak mendekat dan ternyata itu tubuh manusia. Suwardi lalu mendatangi kami di kantor desa melaporkan adanya temuan mayat di sawah,” tutur Afifudin ditemui di tempat kejadian perkara.
Laporan adanya temuan mayat kemudian diteruskan ke Polsekta Ungaran. Tidak lama kemudian polisi bersama tim medis dari Puskesmas Ungaran mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Kebetulan lokasinya di tengah-tengah Hutan Tlogo yang jauh dari permukiman. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang. Posisi tubuhnya terbenam di air persawahan dan salah satu tangannya masih memegangi tanaman padi. Polisi menduga korban tewas karena sakit.
“Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Diduga, korban meninggal tadi malam (Minggu 2/6) disebabkan karena sakit,” tutur Kapolsekta Ungaran, Kompol Sulistyo.
Jasad korban kemudian dievakuasi oleh Polisi dibantu warga menuju ke RSUD Ungaran. Proses evakuasi cukup menyulitkan, sebab tempat kejadian berada di lembah, sehingga harus digotong menyusuri jalan setapak sejauh sekitar satu kilometer hingga jalan raya.
“Kami belum tahu identitasnya. Menurut warga, korban itu orang tidak waras. Beberapa hari lalu sering terlihat ngamuk dan terakhir kali ngobrak-abrik gubug di sawah milik warga,” pungkas Kompol Sulistyo. (tyo/ida)