KEJUARAAN Bulu Tangkis (Kejurkab) PBSI XI se-Kabupaten Wonosobo Djarum Super Badminton, di GSG Tobong Kelurahan Kretek, pada laga grand final Minggu (1/1), menempatkan Mutiara sebagai klub terkuat. Klub ini mencatat perolehan kemenangan terbanyak pada pertandingan kelompok umur (KU). Tercatat, 5 atlet dari klub ini menyabet juara 1.
Pertandingan babak final digelar cukup panjang, sejak pukul 13.00 hingga 00.00. Pertandingan menyelesaikan babak final untuk kelompok umur dan tunggal dewasa; serta ganda dewasa.
Hasilnya, untuk kelompok umur didominasi klub Mutiara. Klub ini mampu mengirimkan 5 atletnya sebagai juara pertama. Yaitu, KU 9 tahun Putra Adi Permana Aryanto, KU 9 tahun putri Rahmalia Anugrah Jovinanda, KU 11 tahun putri  Isnaini Nur Afifah. Juga pada KU 13 tahun, Putri Farah Anggita. Sisanya, direbut oleh Klub Baker dan BST (lihat grafis, Red)
Panitia pertandingan, Agus Setiono, mengatakan, babak final memakan waktu cukup panjang. Sebab, antara kelompok umur dan dewasa digelar dalam satu hari, mulai pukul 13.00 selesai hingga pukul 00.00 pada Senin (2/6) dini hari. ”Hasilnya klub Mutiara mendominasi juara,” katanya.
Sedangkan untuk klub dewasa, kata Agus, pertandingan berlangsung seru. Sebab, jumlah peserta cukup banyak. Selain itu, persaingan antar-kecamatan dengan kemampuan saling mengejar, membuat pertandingan bersaing ketat.
”Untuk dewasa, baru dimulai sekitar pukul 20.00 selesai sampai larut malam, pertandingan berlangsung ketat dan seru karena suporter cukup banyak.”
Sekretaris PBSI Wonosobo Slamet Riyanto mengatakan, dengan digelarnya pertandingan badminton secara rutin bekerja sama dengan Djarum Foundation, memberikan dampak baik dalam pertumbuhan atlet bulu tangkis di Wonosobo. Karena kemampuan atlet terus berkembang dan semakin meningkat.
”Pertandingan ini sangat berdampak dalam peningkatan kemampuan atlet. Harapan kami kalau digelar secara rutin akan mampu melahirkan atlet bertaraf nasional,” pungkasnya. (ali/adv/lis/ce1)