Kejari Teliti Berkas 16 Eks Dewan



193

KALIBANTENG KULON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang siap memeriksa dan meneliti berkas dugaan korupsi asuransi fiktif yang melibatkan anggota dewan Kota Semarang periode 1999-2004. Sebelumnya pihak kepolisian menetapkan 17 tersangka, namun karena ada satu yang meninggal dunia maka menjadi 16 orang.

Kepala Kejari Semarang Abdul Azis melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Semarang, Arifin Arsyad mengatakan berkas penyidikan kasus yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,4 miliar itu telah diterima akhir pekan lalu. Ada tiga berkas dengan masing-masing berkas ada 7 tersangka, 5 tersangka dan 4 tersangka. Total ada 16 tersangka. ”Atas pelimpahan berkas tersebut, akan kami periksa dan teliti dulu selama 14 hari,” ungkapnya.

Disinggung mengenai rencana upaya hukum luar biasa, Peninjauan Kembali (PK) atas bebasnya 6 mantan terdakwa korupsi asuransi fiktif Kota Semarang tahun 2011 lalu, Arifin mengaku belum mengetahui secara pasti. Menurutnya, PK bisa diajukan jaksa demi kepentingan hukum.

”Untuk yang bebas itu, saya belum pernah lihat berkasnya. Secara tertulis, tidak ada aturannya jaksa PK. Memang ada yurisprudensi terkait PK yang diajukan jaksa dan itu bisa dijadikan sumber hukum. Kami akan minta petunjuk pimpinan terkait PK itu,” bebernya.

Seperti diketahui, upaya PK oleh kejaksaan didasarkan atas kepentingan hukum atas putusan bebas pengadilan terhadap keenam terdakwa korupsi. Keenam terdakwa tersebut adalah Fathur Rakhman, Santoso Hutomo, Agustina Wilujeng, Shonhadji Zaenuri, Tohir Sandirdjo dan Hindarto Handoyo. Di tingkat pengadilan pertama, mereka dinyatakan terbukti bersalah dan dipidana satu tahun. Namun dalam putusan kasasinya, Mahkamah Agung (MA) menyatakan tidak bersalah dan membebaskan keenamnya. (fai/ton/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here