Jembatan Rawan Ambruk, Bahayakan Warga

68

DEMAK-Jembatan kayu bambu yang menghubungkan antara Dukuh Nggojoyo dengan Desa Wedung, Kecamatan Wedung semakin rapuh. Jembatan yang melintasi Sungai Wedung tersebut hanya dapat dilalui satu kendaraan bermotor secara bergantian. Bila tidak segera diganti dengan jembatan permanen dari beton, akses satu-satunya ke kampung terpencil itu rawan ambruk.
Kepala Desa Wedung, Jamaludin mengatakan bahwa jembatan kayu yang baru berusia sekitar 2 tahun, kondisinya sudah rapuh. Sebetulnya pihak desa telah berencana membangun jembatan permanen dengan menggunakan alokasi dana desa (ADD). Namun batal, dana ADD dialihkan untuk pembuatan bendung karet. Meski begitu, jembatan permanen akan dibangun satu paket dengan bendung karet tersebut.
“Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk membangun bendung karet sekaligus jembatan permanen. Dananya sekitar Rp 8 miliar lebih. Sesuai rencana akan direalisasikan pada 2015 mendatang,” terang Kades Jamaludin, kemarin.  
Dia menambahkan, keberadaan jembatan kayu tersebut diakui cukup bermanfaat bagi akses warga Dukuh Nggojoyo yang letaknya terpencil. Akses jalan lebih dekat daripada melalui jalur utama tepi sungai yang cukup jauh. (hib/ida)

Tinggalkan Komentar: