Harga Komoditas Mulai Naik

165

SEMARANG – Bulan Ramadan masih satu bulan lagi. Namun harga beberapa komoditas mulai naik. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah memantau, Mei ini terjadi inflasi 0,24 persen. Inflasi dipicu oleh naiknya beberapa harga komoditas.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jateng, Jam Jam Zamachsyari mengatakan, daging ayam ras salah satu komoditas dengan kenaikan harga yang mencolok. Yaitu dari kisaran harga Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 30 ribu per kg. ”Kenaikan harga dari sejumlah komoditas memicu terjadinya inflasi,” ujarnya, kemarin.
Selain daging ayam ras, ucapnya juga ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya telur ayam ras, yang sebelumnya berada di harga Rp 14 ribu per kg, mulai naik menjadi sekitar Rp 18 ribu per kg. Kemudian juga kenaikan bahan bakar rumah tangga, serta bawang merah.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut Jam Jam, tren kenaikan harga bila telah mendekati bulan Ramadan, sekitar dua minggu sebelumnya. Pada saat ini masyarakat sudah mulai membeli berbagai kebutuhan untuk Ramadan.
Menurutnya, kenaikan harga ini harus mulai diperhatikan. Salah satu upaya untuk mengantisipasi gejolak harga yang tidak terkendali yaitu dengan lebih melancarkan arus distribusi barang. Pengiriman cepat serta ketersediaan barang diharapkan dapat menekan kenaikan harga. ”Kenaikan harga ini bisa karena lancar atau tidaknya distribusi pangan. Tapi, bisa juga karena efek psikologis, biasanya saat awal puasa ibu-ibu rumah tangga ini akan membeli komoditas yang jarang dibeli saat hari biasa, jadi harganya naik,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Petrus Edison Ambarura tidak memungkiri adanya kenaikan harga meskipun belum memasuki masa puasa. Menurutnya kenaikan tersebut tidak saja karena faktor spekulasi namun juga tidak seimbangnya antara pasokan dan permintaan, jika kenaikan tersebut terus terjadi maka inflasi di bulan depan akan lebih tinggi dibandingkan saat ini. ”Langkah antisipasi tentu dilakukan. Tujuannya agar jangan sampai terjadi gejolak harga. Salah satu upayanya yaitu pemerintah harus memperlancar distribusi,” tegasnya. (dna/smu/ce1)