Duh, Gagal Poin Penuh!

128

SEMARANG–Tim PSIS Semarang gagal mengawali putaran kedua kompetisi Divisi Utama 2014 ini dengan manis. Sore (31/5) kemarin, Fauzan Fajri dkk harus tertahan imbang 1-1 oleh tamunya Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang.
Tampil di bawah dukungan publik sendiri, arsitek PSIS Eko Riyadi mencoba menurunkan komposisi berbeda dengan skema 4-4-2. Di depan, Eko menduetkan Hari Nur Yulianto dengan bomber anyar mereka, Achmad Noviandani. Skema tersebut di awal babak pertama sebenarnya cukup berjalan dengan baik. Dominasi kedua pemain sayap PSIS, Ronald Fagundez di kiri dan Franky Mahendra di kanan sempat membuat lini belakang Persis kocar-kacir. Hasilnya, baru enam menit laga berjalan, tim Mahesa Jenar mampu unggul 1-0 melalui kaki Noviandani setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Persis Solo yang dikawal kiper Johan Setiawan.
Nah, macetnya lini tengah PSIS mulai terasa pasca gol Noviandani. Biasa bermain dengan lima gelandang, permainan PSIS seperti ada lubang di lini tengah yang diisi oleh Ronald Fagundez, Edianto, M Yunus dan Franky Mahendra. Beberapa kali serangan balik cepat yang dilakukan oleh tim Laskar Sambernyawa memanfaatkan celah di lini tengah PSIS mampu membuat duet center bek tuan rumah, Anam Sahrul dan kapten Fauzan Fajri kelimpungan.
Alhasil, di menit ke-38, Persis Solo mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan kepala pemain asing, Nnana Onana. Ia berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan crossing tembakan bebas dari sisi kanan pertahanan PSIS. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, kubu tuan rumah sedikit merubah komposisi dan skema permainannya. Gelandang Andi Rohmat masuk menggantikan bomber Harry Nur Yulianto, sehingga pola permainan PSIS berubah kembali ke skema asal, 4-2-3-1 dengan menyisakan Noviandani di depan.
Tampil dengan skema winning elevent ternyata mampu merubah permainan PSIS menjadi lebih menggigit. Di babak kedua, tim tuan rumah mampu unggul ball position 60-40, dan mampu menciptakan beberapa peluang emas. Namun lagi-lagi, skuad Persis sore kemarin tampil dengan pertahanan yang super. Hadirnya Nnana Onana di pos center bek mampu menjadi jenderal lini belakang hingga skor imbang 1-1 mampu bertahan sampai laga usai.
Atas hasil tersebut, tentu menjadi kerugian bagi tim PSIS. Pasalnya, raihan satu poin atas Persis di kandang kemarin belum cukup untuk menggeser posisi Persis yang saat ini berada di puncak klasemen dengan nilai yang sama, yakni 19 poin.
“Di babak awal sebenarnya kita ingin main lebih offensif dengan mencoba memaksimalkan dua striker. Tapi, justru muncul problem di tengah. Makanya di babak kedua skema kita kembalikan ke 4-2-3-1,” kata Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.
Pihaknya juga mengakui, dalam laga kemarin, Persis lebih ‘cerdik’ untuk mematikan lini tengah PSIS. Itu yang membuat tim Mahesa Jenar beberapa kali gagal mengembangkan pola serangan baik di babak pertama maupun kedua. “Ya, harus diakui Persis bermain lebih pandai. Mereka tahu kekuatan lini tengah kita ada di sayap, meski di satu sisi sebenarnya kita sendiri juga banyak peluang, namun gagal dimanfaatkan. Ya, apapun hasilnya kita harus tetap bersyukur dan anak-anak sudah berjuang maksimal,” ucapnya.

Sementara di kubu Persis, arsitek Widyantoro mengaku puas dengan hasil imbang 1-1 yang diraih kemarin. Selain itu, raihan satu poin di kandang PSIS membuat timnya tetap berada di posisi puncak klasemen. “Karena setelah ini kita laga kandang, sedangkan PSIS harus main di dua laga tandang. Sehingga cukup menguntungkan bagi tim kami. Semua ini berkat kerja keras pemain, serta dukungan suporter Pasoepati yang hari ini (kemarin, Red) luar biasa di Jatidiri. Sehingga kita berhasil mempertahankan rekor belum terkalahkan,” beber Widyantoro kemarin. (bas/aro)

Tinggalkan Komentar: