UNGARAN-Kabupaten Semarang dinilai sukses melaksanakan program pencegahaan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2 HIV-AIDS) 2014, yang menyasar pada lingkungan perusahaan. Karena itulah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI, Muhaimin Iskandar menganugerahkan penghargaan kepada Bupati dr Mundjirin SPOG.
“Dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat program P2 HIV-AIDS,” kata Bupati Mundjirin.
Menurutnya, di setiap perusahaan harus ada klinik kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit. Pemkab siap mendukung, termasuk jika dibutuhkan penyediaan tenaga dokter. Misalnya melakukan Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau tes HIV. “Kegiatan itu dapat bekerja sama dengan LSM Peduli HIV-AIDS agar diperoleh hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Bupati juga apresiatif pada delapan perusahaan di Kabupaten Semarang yang menerima Menakertrans Award untuk P2 HIV-AIDS. “Kami meminta perusahaan skala menengah dan besar lainnya, untuk mengikuti jejak perusahaan yang sudah menerapkan P2 HIV-AIDS,” harapnya.
Terpisah, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang Taufik Kurniawan sangat mengapresiasi dukungan Bupati Semarang. Pasalnya, selama ini, perusahaan tergolong sulit diintervensi untuk program P2 HIV-AIDS. Padahal dari hasil pengamatan KPA, di lingkungan itu ada aktivitas seksual yang berisiko tinggi terjadinya penularan HIV/AIDS.
“Dukungan dari Pemkab Semarang sangat strategis bagi upaya KPA untuk melakukan sosialisasi bahaya HIV-AIDS bagi para pekerja di perusahaan,” tegas Taufik.
Data di KPA Kabupaten Semarang, hingga akhir 2013 tercatat ada 19 pengidap HIV/AIDS dari kalangan buruh/pekerja dan 57 pengidap dari kelompok wiraswasta. Sedangkan hingga akhir semester I 2014 ini, KPA  telah melakukan sosialisasi P2 HIV-AIDS kepada kurang lebih 20 ribu pekerja. (tyo/ida)