Atlet Andalan Jateng Eksodus

16

Jateng Kehilangan Banyak Potensi Emas di PON 2016

SEMARANG – Jateng terancam kehilangan banyak medali emas yang seharusnya bisa diraih pada PON 2016 di Jabar. Sejumlah atlet andalan mengajukan mutasi ke provinsi lain. KONI Jateng mencatat, setidaknya ada 23 atlet yang mengajukan mutasi ke daerah lain.
Kondisi keuangan di KONI Jateng yang kembang-kempis dan kurangnya kesejahteraan bagi para atlet saat membela provinsi ini, diduga menjadi penyebab tidak betahnya para atlet andalan ini membela Jateng. Ditambah iming-iming dari daerah lain yang lebih menjanjikan secara materi maupun kesejahteraan, membuat mereka akhirnya memutuskan hengkang dari Jateng.
”Saya yakin 15 emas akan hilang. Apalagi PON nanti tidak ada pembatasan usia, mengikuti IOC (International Olympic Committee). KONI sangat khawatir dengan kondisi seperti ini,” kata Plt Ketua Umum KONI Jateng, Hartono.
Ia menyebut, di antara atlet yang mengajukan permohonan mutasi itu adalah pecatur Kristina Wahyu dan Suci Amita Dewi, pasangan peraih medali emas pada PON 2012 dan SEA Games 2013. Keduanya, kata dia, mengajukan mutasi ke DKI Jakarta dengan alasan sudah bekerja di provinsi tersebut.
Kemudian, lanjutnya, ada pebilir Muhamad Zulfikri, peraih emas PON 2012, yang mengajukan mutasi ke Jabar karena bekerja di Bogor. Namun demikian, POBSI Jateng sebagai induk organisasi biliar tidak member rekomendasi.
Dari cabang menembak, peraih emas PON 2012 Erick Angga dan Maxima Rizado, mengajukan permohonan mutasi ke Jabar. Keduanya juga tidak mendapat rekomendasi dari induk organisasi, Perbakin. Di cabang atletik, Triyaningsih dan Suryo Agung Wibowo mengajukan permohonan pindah ke DKI Jakarta. Atlet peraih emas PON dan SEA Games ini beralasan sudah menjadi pegawai negeri sipil Kemenpora di Jakarta.
Hartono mengatakan, KONI selanjutnya akan berkonsultasi dengan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) dan KONI Pusat, untuk meminta pendapat. Selain itu, seluruh pengurus provinsi cabang akan diundang untuk diminta tidak mengeluarkan surat rekomendasi mutasi atlet. ”Permasalahannya adalah selama ini kami terhambat persoalan pembiayaan yang sampai sekarang belum terealisasi. Minggu depan kami akan mengundang seluruh pengurus provinsi cabang untuk kami minta tidak mengeluarkan surat rekomendasi pindah bagi atlet,” tandasnya. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here