Air Artetis Macet, Pasar Bintoro Bau

16

DEMAK-Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro (P3B), kemarin, menggeruduk gedung DPRD Demak. mereka mengadukan kondisi Pasar Bintoro yang semakin semrawut. Selain pasokan air artetis macet, bau busuk juga menyebar di pasar tersebut, utamanya di lantai dua.
Ketua P3B, Abdul Fatah mengungkapkan bahwa persediaan air untuk los tempat jualan ikan maupun kios menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan, pedagang penggilingan ayam terpaksa menyedot air keruh dari saluran air yang melalui Kampung Sampangan.
“Di Pasar Bintoro air artetis yang disediakan pihak proyek sudah macet. Tidak ada air dari PDAM. Kran air juga mati. Akibatnya, pedagang ikan maupun ayam yang butuh banyak air kelimpungan. Apalagi, kotoran bekas jualan menyebabkan bau busuk,” ujar Fatah, saat mengadu kepada Ketua Komisi B DPRD Demak, Suradi, kemarin.
Selain itu, pedagang juga protes penempatan yang tidak sesuai sistem zona yang ditentukan sebelumnya. Misalnya, bila pedagang sembako semula ditempatkan di lantai dua, kini pedagang sembako merebak di lantai satu. Dampaknya, pembeli lebih memilih bertransaksi di lantai satu daripada harus naik ke lantai dua.
“Kami sudah menyampaikan semua ini ke Dinas Perdagangan setempat, tapi belum ada tindakan tegas. Masih banyak yang berjualan sembako di lantai bawah,” katanya.
Bendahara P3B, Umar menambahkan bahwa masalah pengaturan zona pedagang maupun perizinan belum berjalan sebagaimana mestinya. “Kami pedagang lama justru banyak yang ditempatkan di lantai atas. Saat penempatan kami tidak diberitahu,” jelasnya.
Dia mengatakan, atas berbagai persoalan yang timbul itu, hingga kini instansi terkait belum ditinjau sehingga masalah tidak pernah terselesaikan. Menanggapi masalah itu, Ketua Komisi B DPRD Demak, Suradi mengatakan bahwa pihaknya meminta P3B segera mengajukan surat secara resmi agar dewan bisa membantu penyelesaian masalah tersebut. Pihaknya segera meminta keterangan instansi terkait.(hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here