SRAGEN- Aktivitas pembangunan jalan tol Solo-Kertosono membuat konsentrasi belajar siswa SD Negeri 1 Pringanom, Masaran, Sragen terganggu. Para siswa sering tertarik menyaksikan aktivitas pekerja mengoperasikan alat berat untuk membangun jalan tol.

Kepala SD Negeri 1 Pringanom Mursidi mengungkapkan, sejak aktivitas pembangunan proyek jalan tol dimulai sejumlah alat berat mulai didatangkan di lokasi. Kondisi itu menarik niat para siswa untuk menyaksikan aktivitas para pekerja dan mesin-mesin tersebut.

Dikatakan Mursidi, hampir setiap kali datang jam istirahat, para siswa seringkali nangkring di depan pagar sekolah sembari menyaksikan keberadaan sejumlah alat berat tersebut bekerja mengeruk dan meratakan tanah. Tidak hanya itu, para siswa juga kerap nekat bermain di luar halaman sekolah. Terutama di kawasan badan jalan yang telah diratakan. “Mereka seringkali keluar untuk bermain. Mungkin karena lokasinya lapang,” imbuhnya, kemarin (31/5).

Suroso, 41, salah satu wali murid menambahkan, selain keberadaan aktivitas pekerja dan alat berat, keberadaan truk pengangkut tanah urug juga dikeluhkan warga. Hal itu terjadi menyusul banyaknya debu yang bertebaran di jalanan selama aktivitas pengurukan berlangsung.

Kendati demikian, Suroso mengaku kondisi tersebut masih dapat ditolelir. Selain keberadaan debu tidak terlalu tebal karena langsung tersapu angin, keberadaan debu akibat juga dimaklumi karena sedang berlangsung aktivitas pengurukan jalan. “Kami masih memaklumi, akan tetapi tidak ada salahnya jika truk pengangkut tanah urug itu ditutup bagian atasnya,” imbuhnya.

Seperti diketahui aktivitas pembangunan jalan tol Solo-Kertosono yang melintasi wilayah Sragen sudah dimulai. Pelaksanaan pembangunan jalan tol tersebut melibatkan kendaraan berat dan ratusan truk pengangkut tanah uruk. Kondisi itu membuat para siswa penasaran. (ars/jpnn/ton)