Warga Tolak Polder Banger

99

TANJUNG MAS — Rencana pembangunan tanggul untuk proyek Polder Banger di wilayah Tambak Mulyo ditentang warga RW XII, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Mereka khawatir peninggian tanggul hanya akan mengurangi rob di wilayah selatan dari Tambak Lorok. Sementara wilayah Tambak Lorok akan tetap terkena rob.
Saat sosialisasi, warga di wilayah RW XII secara tegas menolak rencana pembangunan ini. ”Saat sosialisasi, Ketua RT dan RW langsung menentang,” ungkap salah seorang warga Bambang Ngatilo, kemarin (30/5).
Bambang menjelaskan, warga menolak pembangunan Polder Banger karena merasa tidak diuntungkan dengan proyek tersebut. Rob di wilayah lain akan teratasi, tapi di permukiman mereka tetap saja tak ada perubahan.
Warga bisa menyetujui pembangunan sistem Polder Banger jika pemerintah juga membangun talut di kawasan Tambak Lorok yang bisa mencegah masuknya air rob ke permukiman warga. ”Tetapi jika tidak ditalut, maka warga akan melakukan demonstrasi besar-besaran,” katanya.
Sampai sekarang rencana proyek Polder Banger memang belum ada kelanjutannya. ”Tetapi yang pasti warga menolak proyek tersebut,” katanya dengan tegas.
Sementara itu Camat Semarang Utara Djaka Sukawijana berharap warga bisa mengerti dan memahami bahwa Polder Banger dibangun untuk mengatasi banjir dan rob di wilayah timur Semarang. ”Ini artinya untuk kepentingan yang lebih besar. Sambil menunggu, pemerintah tentu juga akan memikirkan dan mengusahakan kepentingan warga Tambak Lorok dengan mencari pemecahan jika ada dampaknya,” katanya. (hid/ton/ce1)

Tinggalkan Komentar: