Warga Swiss Ajarkan Bahasa dan Budaya

KENDAL—Pemerhati sastra, Claudia Beck dari Swiss mengajarkan tentang cara berbahasa atau berkomunikasi dengan bahasa Inggris di SMA 1 Limbangan, Kendal. Selain itu, mengajarkan kebudayaan yang ada di negaranya kepada para siswa.
Menurut Kepala SMA 1 Limbangan, Noor Afif, Claudia Beck, warga Swiss ini datang ke Indonesia, khususnya ke Kendal bukan semata-mata untuk memenuhi undangan SMA 1 Limbangan. Melainkan untuk pulang ke kampung halamannya di Boja.
Sebab, Claudia adalah istri dari Sigit Susanto, warga Desa Bebengan, Boja. Claudia dan suaminya sehari-hari tinggal di Swiss. Hanya saja, jika ada kesempatan pulang ke Indonesia, keduanya selalu ke Boja untuk berkunjung ke sanak famili. “Kami dapat kabar jika Claudia pulang ke Boja, jadi kami undang untuk mengajarkan siswa belajar bahasa Inggris,” tandasnya.
Para siswa pun sangat antusias mengikuti kegiatan bertajuk ‘Meet and Greet Ms. Claudia “Enhancing our Competence by Practicing English’. Bahkan pada sesi tanya jawab, para siswa mulai mempraktikkan bahasa Inggris. “Selama ini, di sekolah hanya belajar teori dan praktik sedikit. Dengan kami undang Claudia ini, siswa bisa langsung belajar bahasa Inggris secara benar,” ujar Noor Afif.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diajarkan menari dansa yang biasa dilakukan di Swiss. Sedangkan para siswa juga mempertontonkan drama singkat menggunakan bahasa Inggris di hadapan Claudia.
Salah seorang guru, Riko Arfiyantama mengatakan bahwa kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia perlu dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas ke seluruh belahan dunia dengan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. “Makanya penguasaan bahasa Inggris menjadi sangat penting bagi para siswa di sekolah,” tandasnya. (bud/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here