Warga Mengadu ke Komnas HAM

37

BATANG-Kunjungan 3 personel Komnas HAM disambut puluhan warga Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Kamis (29/5) sore kemarin. Bagai seorang pahlawan, warga berebut menyampaikan semua permasalahan, yang selama ini terjadi di tiga desa yakni, Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Desa Garanggeneng dan Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Perwakilan Komnas HAM, yang terdiri atas Nurkhoiron sebagai Komisioner; Vela Oktarini, Staf Pemantaun dan Investigasi; dan Teguh Suprihatin, Staf Penerima Pengaduan, adalah tindaklanjut dari laporan warga tiga desa tersebut. Terkait penahanan dua warga dan bentrok di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang, Selasa (6/5) lalu.
Warsiah, 45, warga Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, mengungkapkan bahwa Carman dan Cahyadi adalah korban dari tuduhan PT Bimasena Power Indonesia (BPI) sehingga dipenjara. ”Carman dan Cahyadi itu tokoh masyarakat Desa Ponowareng yang menolak PLTU. PT BPI mencari cara untuk mengkriminalkan mereka berdua hingga dipenjara,” katanya.
Selain itu, katanya, Kejari tidak memberikan kesempatan kepada Carman dan Cahyadi berpamitan dengan pihak keluarga. “Kejari membawanya dengan paksa. Saat mereka duduk di ruang Kejari mereka berdua diangkat sekursi-kursinya lewat pintu belakang. Makanya kami marah,” tandas Warsiah.
Komisioner Komnas HAM, Nurkhoiron, menjelaskan bahwa kedatangannya dalam rangka menindaklanjuti pengaduan warga Ponowareng pada 12 Mei 2014, terkait pertikaian di gedung Kejari Batang beberapa waktu lalu. “Kami juga akan meminta keterangan pihak terkait, sebelum menyimpulkan dan membuat laporan,” jelas Nurkhoiron. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here