Waisak, Umat Buddha Bagi Makanan

21

WONOSOBO – Ratusan umat Buddha di Wonosobo, Kamis malam (29/5), merayakan hari Tri Suci Waisak secara bersama. Menariknya, ratusan umat tersebut, tidak hanya berasal dari Kelenteng Hok Hoo Bio. Tapi juga berasal dari berbagai pelosok desa di Wonosobo serta dihadiri bante dari Ngampel, Boyolali.
Perayaan Waisak, digelar sekitar pukul 19.00. Dimulai dengan sembahyang bersama di serambi Kelenteng Hok Hoo Bio, dipimpin dua bante. Setelah itu, meditasi dan dilanjutkan ceramah oleh bante tentang makna hari Tri Suci Waisak.
Usai ceramah, diisi dengan ramah-tamah dan berbagi makanan oleh pengurus kelenteng terhadap ratusan pengunjung yang hadir.
Ketua Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardianto, mengatakan, perayaan hari Tri Suci Waisak, sengaja digelar kemarin malam. Sebab, pada hari itu, sejumlah umat juga mengikuti peringatan di beberapa tempat. Ada yang di Borobudur, juga di Kota Semarang. ”Kegiatan ini, untuk membina kerukunan antarumat, maka waktunya diatur agar semua bisa hadir,” katanya.
Salim mengatakan, dalam perayaan kali ini, ratusan umat berasal dari berbagai desa di Wonosobo. Antara lain, dari Desa Butuh Kalikajar, Desa Kaliputih Selomerto, Desa Buntu Kajajar dan Desa Kramatan Wonosobo.
”Perayaan bersama ini kami adakan rutin tiap tahun. Harapannya membangun komunikasi dan saling hubungan erat antarumat,” tegasnya.
Untuk merefleksikan makna Waisak, kata Salim, perayaan tahun ini dihadiri oleh bante dari Ngampel, Kabupaten Boyolali. Selain memimpin sembahyang bersama, kehadiran bante bisa memberikan pencerahan kepada umat mengenai makna Waisak sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan.
”Ke depan kami rencanakan kehadiran bante memberikan wejangan akan dilakukan secara rutin,” pungkasnya. (ali/lis/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here