Transaksi Sabu, Mantan Napi Diringkus

134

UNGARAN-Petugas Satuan Narkoba Polres Semarang, kembali meringkus tersangka pengguna narkoba. Adalah Ali Mafudi, 32, warga Nglorok RT 2 RW 3 Kelurahan Kadilangu Kabupaten Demak, yang diringkus malam kemarin di Jalan Kartini RT 8 RW 4, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Ali tertangkap tangan membawa paket sabu-sabu yang dikemas dengan kertas tisu dan dimasukkan ke dalam bungkus Masako. Polisi menyita barang bukti, sebuah HP Nokia yang digunakan untuk bertransaksi dan sebuah sepeda motor Yamaha Mio H 5214 RJ sebagai sarana tindak pelanggaran pidana.
AKP Khuwat mengatakan bahwa penangkapan Ali Mafudi berawal dari informasi masyarakat. Polisi yang mencurigai gerak-gerik Ali, langsung mencegat tersangka yang sedang mengendarai Yamaha Mio di Jalan Kartini, Ungaran. Saat digeledah polisi menemukan bungkus bumbu masak Masako di saku celana tersangka. Selanjutnya, bungkus Masako dibuka dan ternyata berisi satu paket sabu-sabu.
“Saat ditangkap ada barang bukti sabu-sabu di dalam saku celananya. Tersangka kami jerat pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Kami masih akan mengembangkan penyelidikan untuk mencari tahu asal sabu-sabu tersebut,” tutur Khuwat, Jumat (30/5) kemarin.
Ali mengakui sudah setahun mengonsumsi sabu-sabu. Tujuannya selain untuk kesenangan, juga dilakukan agar staminanya meningkat saat bekerja. Biasanya, Ali membeli per paket sabu-sabu senilai Rp 1,3 juta.
“Saya mengonsumsi sabu-sabu sekitar satu tahun, agar lebih semangat kerja. Satu paket sabu-sabu bisa habis hanya dalam waktu 3 hari. Karena sehari saya pakai bisa 3-4 kali,” kata Ali yang bekerja sebagai kuli dan penjaga malam.
Transaksi sabu-sabu dilakukan dengan mengirim pesan singkat kepada pengedar. Lalu membayar dengan cara transfer via bank. Selanjutnya paket sabu-sabu akan dikirim di tempat-tempat tertentu.
“Saya tahu nomor pengedarnya dari teman. Jadi kalau butuh sabu tinggal SMS, nanti bayarnya ditransfer. Setelah itu pengedarnya membalas SMS dengan menyampaikan lokasi dia meletakkan paket sabu tersebut. Terakhir saya ambil paket di Jalan Diponegoro Ungaran dekat sekolahan,” kata Ali yang pernah mendekam 3 bulan di LP Demak karena kasus pemerasan. (tyo/ida)

Tinggalkan Komentar: