Sisir Penambang Galian C

139

”Segala bentuk penggalian atau penambangan pada lokasi tersebut adalah ilegal.”

AKP Marino
Kapolsek Ngadirejo

Lahan TKP Masih
Tarik Ulur Harga

TEMANGGUNG — Galian C di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, yang menjadi lokasi tewasnya seorang penggali dinyatakan ilegal oleh Pemkab Temanggung. Sebab, lahan tersebut milik perseorangan dan digali tanpa mengantongi izin. Polisi kini aktif patroli di wilayah tersebut.
Lahan yang dimaksud milik seorang warga bernama Yuwono. Lahan tersebut, saat ini masih dalam proses negosiasi harga dengan Pemkab Temanggung untuk keperluan penggalian Situs Liyangan. Baik pemilik lahan maupun Pemkab, belum menemukan titik temu kesepakatan harga. ”Masih dalam tahap pembebasan. Jadi (lahan galian C) itu ilegal,” kata Kepala Seksi Trantib Satpol PP Temanggung, Budi Utomo.
Budi mengatakan, Pemkab sebelumnya telah menyatakan bahwa tambang pasir di kawasan Situs Liyangan menjadi pengecualian pertambangan ilegal. Hal itu mengacu pada keperluan penggalian situs oleh Balai Arkeologi Jogjakarta dan Jateng. Yaitu, sebagai situs paling lengkap di dunia.
Meski begitu, tak semua titik di kawasan tersebut diperbolehkan untuk digali. ”Nah, yang longsor itu, tidak termasuk legal, karena kepemilikannya masih personal, bukan milik Pemkab,” beber Budi.
Karena status kepemilikannya masih personal, maka penggalian pasir di lokasi tersebut dinyatakan ilegal. Sehingga kasus longsor yang menyebabkan satu orang penggali tewas, merupakan tindak pelanggaran murni. ”Segala bentuk penggalian atau penambangan pada lokasi tersebut adalah ilegal.”
Terpisah, Kapolsek Ngadirejo AKP Marino mewakili Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana mengatakan, pihaknya telah melakukan penutupan terhadap enam titik galian di Kecamatan Ngadirejo. Penutupan dilakukan karena penambangan tidak mengantongi izin. Atau, izin pengecualian untuk proses penggalian Situs Liyangan.
”Semua galian, menurut saya, tidak perlu dilegalkan. Jadi galian-galian itu akan membahayakan, baik aspek lingkungan hidupnya maupun keselamatan jiwa penggali.”
Tak cuma menutup lokasi galian. Petugas Polsek juga rutin berpatroli. Tujuannya, untuk memastikan tak adanya penggalian serupa. ”Kita tetap patroli rutin di lokasi.”
Jika penambang membandel, Polsek akan bertindak tegas. ”Kali ini sudah tidak bias ditoleransi lagi. Kalau ada yang melanggar, langsung kita proses. Kami tidak mau kejadian serupa terulang lagi.”
Seperti diberitakan koran ini, Sutaryo, 56, warga Dusun Sengganen RT 03/RW 04, Desa Campursari, Kecamatan Ngadirejo, tewas saat tengah menambang pasir. (zah/lis/ce1)

Tinggalkan Komentar: