Sesuaikan Standar Luar Negeri

34

SEMARANG – Pembinaan bagi para perajin serta pengusaha logam terus digiatkan. Harapannya produk-produk lokal ini dapat berkibar di pasar global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Petrus Edison Ambarura mengatakan, Jawa Tengah merupakan sentra dari kerajinan logam. Mulai dari logam untuk aksesori, komponen perkapalan, otomotif, hingga alat rumah tangga.
”Artinya industri logam ini sangat berpotensi untuk dikembangkan. Beberapa daerah di Jawa Tengah juga sangat terkenal dengan industri ini,” ujarnya di sela pembukaan Gelar Produk Industri Logam di Java Mall, kemarin.
Sayangnya, belum semua perajin maupun pengusaha logam memahami benar akan kebutuhan pasar maupun standar-standar yang berlaku baik di dalam maupun luar negeri. Tugas pemerintah untuk mendampingi serta membina para perajin tesebut. ”Tiap tahun kita menggelontorkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk pembinaan perajin serta pengusaha logam. Meliputi pelatihan, pemberian bantuan alat, pameran serta bantuan untuk revitalisasi mesin,” bebernya.
Kepala Bidang Industri Logam, Mesin dan Tekstil Disperindag Jateng Mukti S menambahkan khusus untuk industri logam saat ini pihaknya tengah menggenjot standardisasi. Baik standar nasional Indonesia maupun standar internasional. ”Dengan pemenuhan standar ini, diharapkan akan lebih mudah dalam memasarkan ke pasar global. Karena bagaimanapun kita harus mengikuti kebutuhan pasar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KUD Citra Usaha Logam M. Sahri Baedlowi mengaku produk logam untuk rumah tangga yang dihasilkannya bersama rekan-rekan unit sudah berhasil menembus pasar luar negeri. Di antaranya Malaysia dan Australia. (dna/smu/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here