Pria Bertato Cabuli Siswsi SMP

153

GROBOGAN–Aksi bejat dilakukan Kusno Anggoro alias Monyong, 29, kernet truk asal Dusun Pipil, Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, kemarin. Pria yang memiliki banyak tato di badannya itu, diringkus petugas Polres Grobogan di kos Kampung Gumunggung, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, karena membawa kabur DKA,15, selama lima hari.
Residivis ini, juga diduga telah mencabuli korban hingga beberapa kali saat dibawa lari. Korban sendiri, merupakan anak dari temannya sendiri saat masih menjalani hukuman di rutan Purwodadi.
Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo mengatakan, selain membawa kabur korban, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik nenek korban. Dari keterangan yang diperoleh, tersangka mengaku mencabuli korban empat kali. ”Dua kali dilakukan di losmen dan dua kali di kos-kosan,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Subagyo, usai memeriksa tersangka di RSU Raden Soedjati kemarin.
Berawal ketika tersangka pada 15 Mei lalu menginap di rumah Nanik Purwati, 44, nenek korban di Dusun Kedokan, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Pelaku pura-pura membeli motor itu. Setelah ada kesepakatan harga, tersangka mengajak korban mengambil uang di ATM BRI Unit Kedungjati untuk membayar sepeda motor. Namun, setelah ditunggu hingga sore hari, tersangka dan korban tidak kunjung datang.
Keluarga langsung curiga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungjati. Petugas langsung melakukan pengejaran. Dengan bantuan petugas Polda Jateng, keberadaan tersangka dan korban berhasil dilacak di daerah Gilingan, Solo.
”Kami berhasil menangkap tersangka di Solo setelah ada informasi dari tim Opsnal Polresta Surakarta. Selanjutnya petugas Polres Grobogan menyisir seluruh hotel dan losmen di sekitar Terminal Tirtonadi,” terang Kapolres.
Usai melakukan penyisiran di hotel dan tidak didampatkan tersangka, pencarian dialihkan ke sejumlah kos-kosan di Gumunggung, Kelurahan Gilingan. Ketika dilakukan penangkapan, tersangka mengaku wanita yang tidur sekamar tersebut adalah istrinya. Namun ketika dimintai menujukkan identitas, ternyata wanita tersebut adalah korban yang sejak lima hari dibawa kabur tersangka. Pelaku mengaku tidak melarikan korban karena tidak ada unsur paksaan. ”Kami suka sama suka Mas. Tidak saya paksa untuk lari. Termasuk saat berhubungan badan sampai empat kali,” aku dia yang masih memakai sarung. (mun/lin/ida)

Tinggalkan Komentar: