Pertahankan 4-4-2

100

TEMANGGUNG — Skuad Persitema Temanggung tetap akan memasang formasi 4-4-2 dalam setiap laga. Meski begitu, formasi akan terus mendapatkan variasi bentuk, sehingga lebih fleksibel.
Pola 4-4-2 memungkinkan posisi bertahan dan lini tengah terjaga dengan baik, sebagai bagian dari pola kolaboratif defensif-ofensif.
Pelatih Kepala Persitema Temanggung, Yopie Riwoe, menjelaskan, pola 4-4-2 merupakan pilihan paling tepat bagi timnya. Yakni, untuk merebut kemenangan atau menahan poin imbang. Pola itu sangat dibutuhkan, dengan permainan yang fleksibel. ”Tidak ada pilihan lain untuk menerapkan formasi itu (4-4-2). Sebab itu sudah pilihan terbaik yang bisa kita ambil.”
Dalam memilih formasi tersebut, kata coach Yopie, ia akan melakukan perubahan formasi, sesuai kebutuhan. Pertimbangannya, melihat tim lawan yang dihadapi. Juga pola yang digunakan oleh lawan. ”Fleksibel dong, tidak boleh kaku. Tapi 4-4-2 juga fleksibel sebenarnya, banyak variasi.”
Dijelaskan, variasi 4-4-2 secara umum ada dua model. Yakni model linear dan model diamond. Model linear digunakan dengan semua pemain tetap berada pada satu garis lurus, dengan pemain lainnya dalam satu lini. Sedangkan pola diamond, diterapkan dengan formasi naik turun. ”Bertahan bagus menggunakan linear, kalau menyerang kita akan pakai diamond,” tambah Yopie.
Ia menganalisis, formasi 4-4-2 yang dipilih merupakan formasi sempurna, setelah melihat kemampuan anak didiknya. Kerja sama yang kurang baik antar-individu, dapat tertutup dengan jarak antar-pemain yang diatur dengan sempurna. ”Tentu bisa dimainkan dengan melihat formasi pemain yang tetap dan potensi jalur serang.” (zah/isk/ce1)