Pemkab Nego Harga Tanah

100

MUNGKID — Pemkab Magelang mulai melakukan negosiasi dengan warga pemilik lahan yang akan dibangun Tempat Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Tanah yang dibutuhkan seluas 3.000 meter persegi, berada di pinggir jalan raya Magelang-Jogjakarta.
”Sekarang masih baru akan proses negosiasi dengan warga,” kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Magelang, Djoko Tjahjono, kemarin.
Menurut Djoko, persetujuan bupati tentang penetapan lokasi sudah terbit. Saat ini, Satuan Tugas (Satgas) Pengadaan Tanah bisa segera bekerja. ”Satgas akan melaksanakan negosiasi dengan pemilik tanah, dan segera diperoleh kesepakatan harga, sehingga pembangunan tempat pemungutan pajak mineral bukan logam dan batuan dapat segera dimulai pertengahan tahun ini,” katanya, kemarin.
Kepala Bidang Aset Daerah DPPKAD, Ganis Hari Saktiyono, menambahkan, penentuan harga penawaran tidak bisa diputuskan sendiri oleh Pemkab maupun pemilik tanah. Tapi, berdasarkan hasil penilaian Tim Appraisal Independen dari Kementerian Keuangan.
Untuk diketahui, Pemkab Magelang akan membangun Tempat Pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di tepi ruas jalan Magelang-Jogjakarta. Tepatnya, di lahan 3.000 meter persegi, di sebelah selatan Jembatan Elo wilayah Desa Blondo, Kecamatan Mungkid.
Untuk keperluan itu, telah dianggarkan dalam APBD 2014 Rp 2.920.000.000. ”Dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun sarana prasarana yang diperlukan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM), Sutarno.
Beberapa fasilitas yang akan dibangun, mirip jembatan timbang. Ada kantor, alat pengukur muatan, dan depo untuk menempatkan kelebihan muatan dari armada angkutan yang terbukti melanggar ketentuan tonase.
Alasan pembuatan pos pemungutan pajak di lokasi tersebut, karena pos pemungutan pajak mineral bukan logam dan batuan di Pabelan, diminta kembali oleh Pemprov. Karena itu, Pemkab perlu mencari lokasi pengganti.
Pertimbangan lain, lokasi yang baru dipandang cocok. Sebab berada di jalur utama angkutan bahan galian C dari berbagai area penambangan. (vie/lis/ce1)

Tinggalkan Komentar: