Latihan 2 Jam per Hari, Juarai Lomba Lari Nasional

10

Siswa-Siswa Berkebutuhan Khusus yang Berprestasi (1)

Punya keterbatasan pendengaran alias tunarungu, tak membuat sejumlah siswa SD dan SMP Luar Biasa (SMP-LB) Dena Upakara Wonosobo minder. Sebaliknya, sejumlah siswa menyabet prestasi di level provinsi dan Nasional. Salah satunya, Maria Jeane Stefania Tulasih. Ia langganan juara atletik tingkat nasional.

SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo

SEJUMLAH siswa kelas 1 SMP-LB Dena Upakara, kemarin siang, tampak serius mengikuti pelajaran komputer. Di antara puluhan pelajar itu, salah satunya Maria Jeane Stefania Tulasih. Rambutnya ikal, kulitnya cokelat. Begitu pelajaran selesai, Maria yang periang, bergegas keluar kelas, menyambut wartawan koran ini.
”Selamat siang, saya Maria,” ucap gadis periang itu, sembari menyodorkan tangan kanannya, mengajak bersalaman. Siang itu, Maria tak sendiri. Ia didampingi oleh Kepala SMP-LB Dena Upakara, Antonius Heru Setya Utama.
Heru mengatakan, SD dan SMP LB Dena Upakara, merupakan sekolah khusus bagi siswa tunarungu. Meski sebagian besar siswa saat masuk belum cakap berbicara, toh lambat laun— melalui sistem pengajaran oral— siswa bisa berbicara dengan keterbatasan yang dimiliki. ”Kami melatih siswa untuk mampu berbicara,” katanya.
Di sela istirahat jam pelajaran, Maria berkisah tentang prestasinya di cabang olahraga atletik. Utamanya, lari dan lompat jauh. Gadis asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menuturkan, sejumlah prestasi pernah diraihnya sejak 2013.
Antara lain, juara 1 nasional lari 100 meter, pada Para Olympic untuk Anak Berkebutuhan Khusus pada 2013. Juga juara 2 lari 400 meter Para Olympic untuk Anak Berkebutuhan Khusus 2013.
Kemudian, juara 1 lari 100 meter dan lari 200 meter pada Porseni untuk Anak Berkebutuhan Khusus tingkat Provinsi Jawa Tengah 2013. Prestasi lainnya, jawara 1 lompat jauh pada Porseni untuk Anak Berkebutuhan Khusus tingkat Provinsi Jawa Tengah, 2013. ”Semua prestasi itu, saya raih pada setahun lalu,” ucap perempuan kelahiran NTT pada 6 Agustus 1996 itu.
Meski sudah menorehkan prestasi cukup banyak, Maria masih terus berkarya. Tahun ini, sejumlah prestasi dari cabang serupa sudah diraih. Dia tercatat meraih jawara 1 lompat jauh tingkat Provinsi Jawa Tengah; dan juara 1 lari 100 meter Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Jateng 2014. Atas raihan prestasinya, pada Juni mendatang, Maria bakal mewakili Jateng ke tingkat nasional di Jakarta. ”Saya terus berlatih, agar bisa meraih juara nasional lagi,” katanya.
Putra kedua dari empat bersaudara pasangan Mikail Tulasih-Wilibroda Kanam Tulasih itu mengatakan, ia punya target menyabet juara 1 nasional pada cabang lari 100 meter. Juga pada cabang lompat jauh. Sejak sekarang, ia memperketat diri, dengan rajin berlatih.
”Setiap hari, sekitar 2 jam, saya latihan lari dan lompat-lompat seputar sekolah,” tutur perempuan yang juga hobi memasak ini. Dengan berlatih tekun, Maria yakin, targetnya untuk menggondol juara, bakal tercapai. ”Kalau berlari, bisa menjadi hidup sehat,” katanya, sembari senyum.
Agus Dwiyanto, guru olahraga SD-SMP LB Dena Upakara menambahkan, Maria merupakan salah satu bibit unggul atlet lari dan lompat jauh. Yanto— sapaan intim sang guru menambahkan— selain berlari di seputar sekolah, minimal satu kali dalam satu pekan, Maria juga dilatih untuk berlari di luar sekolah. Ia dilatih melalui jalur lari tanjakan. Tujuannya, untuk memperkokoh otot kaki dan mengatur pernapasan. ”Pola ini juga yang saya terapkan pada tahun lalu, kami bersyukur bisa berhasil.” (*/lis/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here