Lahan Tergusur Segera Disosialisasikan

26

Proyek Underpass Jatingaleh 

JATINGALEH — Pembebasan lahan untuk proyek underpass Jatingaleh bakal dilakukan pada 2014 ini. Saat ini, Dinas Bina Marga Kota Semarang tengah mengukur calon lokasi sebelum menetapkan lahan yang bakal dikepras. Jika tahap pembebasan lahan yang dianggarkan Rp 82 miliar bisa tuntas tahun ini, maka pada 2015 bisa dilakukan pembangunan fisik underpass untuk mengurai kemacetan di kawasan Jatingaleh. Rencananya, dana pembangunan bersumber dari APBN 2015.
”Pemerintah Kota Semarang hanya menyediakan lahannya untuk proyek tersebut,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dinas Bina Marga Kota Semarang Sukardi di ruang kerjanya, Jumat (30/5).
Menurut Sukardi, petugas ukur lahan untuk pembebasan lahan proyek underpass Jatingaleh, untuk pengukuran awal sudah dilakukan dan dilanjutkan dengan sosialisasi serta memberikan informasi kepada warga yang lahannya tergusur untuk pengadaan proyek underpass. Informasi ini agar warga yang lahannya tergusur untuk tidak keberatan.
”Setelah warga tidak keberatan dan  menyetujui, maka dilanjutkan lagi pengukuran ulang yang tujuannya untuk membuat peta bidang inventarisasi  bidang tanah,” jelas Kapala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang ini.
Pengukuran dilakukan untuk mengetahui batasan-batasan lahan. Dari hitungan Detail Engineering Design (DED) 2008, bidang yang dibebaskan antara lima hingga tujuh meter dari jalan raya. Panjangnya mencapai satu kilometer. Pemilik lahan ada warga, gedung BUMN, dan kantor pemerintah.
Tahapan selanjutnya, tambah Sukardi, mengarah untuk musyawarah soal harga tanah. Tim sudah memiliki hasil dari pihak independen dilanjutkan dengan mekanisme pembayaran. Pemkot Semarang sudah menyediakan dana Rp 82 miliar untuk pembebasan tanah warga.
Tahun ini, pembebasan lahan underpass harus rampung, dan dilanjutkan dengan pembangunan underpass Jatingaleh. Sesuai program, dalam pembangunan underpass Jatingaleh, Jalan Teuku Umar  mulai tanjakan Gombel sampai Kaliwiru akan dilebarkan mencapai sekitar 30 meter. Pelebaran jalan tersebut memberi ruang pembangunan underpass. Dua lokasi underpass ada di tanjakan Gombel dan  pertigaan Jalan Teuku Umar-Jalan Kesatrian.
Pantauan Radar Semarang kemarin, pulau Jalan Teuku Umar di dekat pertigaan Kesatrian sudah dibersihkan. Sejumlah pohon ditebang. Pembersihan mulai belokan Jalan Kesatrian hingga jalan menuju tol Jatingaleh.
Bagyo Wibowo, warga yang lahannya  tergusur proyek underpass Jatingaleh mengaku,  tidak tahu persis berapa harga tanah di wilayah itu. Dia hanya  menginginkan, jika ada pembebasan lahan untuk underpass, maka harga tanah harus sesuai dengan nilai harga pasar. 
”Saya tidak mempermasalahkan proyek pembangunan underpass Jatingaleh. Apalagi proyek pemerintah yang tujuannya untuk mengurai kemacetan di wilayah Jatingaleh.  Saya juga sudah melakukan antisipasi saat melakukan pembangunan dengan mundur beberapa meter dari jalan raya. Saya mendukung upaya untuk membuat jalan lancar,” kata pemilik ruko di pinggir Jalan Teuku Umar ini. (sgt/jpnn/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here