K2 Palsu Gunakan Modus Berkas Hilang

226

Peserta Keluhkan Ombudsman Terlambat

JEPARA-Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah dan BKD Kabupaten Jepara menggelar verifikasi faktual kemarin. Verifikasi hari pertama itu diikuti 48 peserta honorer kategori dua (K2) yang diduga palsu di Kantor BKD Jepara.
Selain mendatangkan peserta honorer K2, ombudsman dan BKD juga memanggil saksi-saksi seperti kepala sekolah dan para guru. Dalam proses tersebut, puluhan peserta honorer K2 yang diduga palsu itu diminta berkas-berkas yang menunjukkan bahwa mereka K2 asli. ”Di samping itu kami juga mengambil sumpah bahwa mereka K2 asli,” tandas Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Zaid.
Zaid menerangkan para peserta K2 diduga palsu banyak menggunakan jurus modus berkas hilang. Dikatakannya, kebanyakan mereka kehilangan berkas-berkas penting. Di antaranya, SK mengajar 2004, absensi mengajar, dan laporan bulanan. Menurutnya berkas tersebut penting, namun honorer K2 tersebut justru menghilangkannya.
Disinggung apakah dengan kehilangan berkas tersebut mereka terancam tidak lolos verifikasi, pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan untuk menyatakan bahwa mereka honorer K2 asli atau tidak.
Proses verifikasi faktual K2 yang sedianya dilaksanakan pada pukul 09.00 ternyata baru dapat dilaksanakan pada pukul 11.00. Kepala Ombudsman RI Jateng Ahmad Zaid berkilah proses verifikasi faktual terlambat karena jarak yang jauh.
”Kami kan memang berangkat dari Semarang. Lagi pula kami perlu menyelesaikan pekerjaan dan bersih-bersih kator dulu. Jadi wajar jika terlambat,” ungkap Zaid.
Pihaknya mengemukakan proses verifikasi akan berlangsung hingga Sabtu (31/5). Zaid pun tidak berani menjamin proses faktual selesai tepat waktu, yaitu Selasa (3/6).
Terhadap kemoloran Kepsek SD 1 Mindahan Batealit Jepara, Rahmanto berkeluh. ”Proses mestinya dilakukan pukul 09.00, namun baru dimulai pukul 11.00. Semestinya ombudsman datang sebelum jam 09.00 agar tidak molor. Dari kemoloran ini kegiatan belajar mengajar menjadi terbengkalai,” urainya. (him/zen/ida)

Tinggalkan Komentar: