Depresi, Pilih Gantung Diri

11

SALATIGA—Kampek, 60, warga Jalan Osamaliki Gang Andong V RT 03 RW 10, Salatiga, Kamis ( 29/5) dini hari sekitar pukul 02.30 ditemukan tewas tergantung di kayu blandar dapur rumah adiknya. Diduga aksi nekat korban dikarenakan depresi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar Semarang, selama ini Kampek yang berstatus duda dua anak ikut tinggal di rumah adiknya Bambang, 50. Kali pertama kejadian ini diketahui oleh keponakan korban, Yusak Prasetyo, 15.
Saat itu, setelah usai lek-lekkan (begadang, red) di kampung, Yusak hendak pulang ke rumah pakde-nya, Bambang. Namun saat hendak masuk kamar dan melewati dapur, pelajar SMA itu kaget bukan kepalang, karena melihat Kampek telah tergantung dengan menggunakan kain selendang kecil yang dikaitkan dengan kayu blandar di dapur.
Sontak, Yusak langsung lari keluar sambil berteriak-teriak minta tolong. Teriakan Yusak mengundang tetangga berdatangan. “Saat kejadian, rumah memang sepi. Kebetulan Pakde Bambang, sedang bekerja shift malam di perusahaan,” terang Yusak yang selama ini ikut tinggal bersama Bambang.
Warga yang datang pun langsung menuju ke lokasi kejadian. Dan ada yang melaporkan kejadian ini ke Mapolres Salatiga. Tak lama kemudian sejumlah petugas datang ke lokasi guna olah TKP. Dengan dibantu warga, korban yang sudah tidak bernyawa lagi itu diturunkan dari gantungan. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Salatiga untuk divisum.
Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasatreskrim AKP Andie Prasetyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis (visum), tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada diri korban. “ Tindakan korban murni bunuh diri,” terang Andie. (sas/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here