Berkas Penyidikan Mendekati Final

67

Korupsi CBS Bank Jateng

PLEBURAN — Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah terus melakukan pemeriksaan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan software Core Banking System (CBS) Bank Jateng.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Masyhudi, menegaskan, berkas penyidikan perkara ini mendekati final. ”(Berkas) sudah hampir mendekati final. Sekarang masih penyidikan,” kata Masyhudi saat ditemui di kantornya, Jumat (30/5).
Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan memanggil dua saksi ahli. Dari Bank Indonesia (BI) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ahli dari BI, kata dia, akan dimintai keterangan terkait pengadaan CBS, sampai ke kebijakan BI apakah sudah dilaksanakan atau belum. Untuk PPATK terkait pelaporan pihaknya yang menduga ada penyimpangan.
Meski begitu, Masyhudi belum bisa memastikan kapan pelimpahan kasus ini ke meja pengadilan dilakukan. Padahal, pemeriksaan terhadap tersangka sudah dilakukan.
”Ini (pemeriksaan saksi, Red) selesai dulu, baru kita limpahkan. Pemeriksaan tersangka sudah. Menunggu usulan penyidik juga,” paparnya.
Sebelumnya, Kejati telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Yakni, Direktur Operasional Bank Jateng Bambang Widiyanto dan Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi. Surat perintah penyidikan tersangka Bambang yang juga mantan Kepala Divisi Akuntansi dan Pusat Data Elektronik Bank Jateng, terbit dengan nomor Print-9/O.3/Fd.1-03/2014 tanggal 4 Maret 2014.
Sedangkan untuk tersangka Susanto dengan nomor Print-10/O.3/Fd.1-03/2014. Susanto juga mantan Kepala Biro Perencanaan. Kedua surat itu tertanggal 4 Maret 2014. Penyidik masih menelusuri keterlibatan mantan Direktur Utama Bank Jateng berinisial H, serta rekanan penyedia CBS.
Dua tersangka disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proyek pengadaan CBS tersebut. Dalam tahap penyelidikan, kejati sudah meminta keterangan dari berbagai pihak. Di antaranya pihak Bank Jateng dan rekanan penyedia sistem. Dugaannya, proyek dipaksakan. Karena sistem yang lama masih bisa digunakan.
Jenis software yang digunakan Bank Jateng adalah bancology, Sigma-AlphaBITS Core System, untuk konvensional dan syariah. Untuk Sigma-AlphaBITS Core System yang dipakai Bank Jateng diduga tidak memenuhi kriteria yang disepakati. Kerugian dalam kasus ini diperkirakan Rp 5 miliar. Bank Jateng melakukan pengadaan CBS pada 2006. Proyek ini menghabiskan dana Rp 35 miliar. CBS ini merupakan software untuk sistem perbankan. Seperti memproses loan, saving, customer information file dan layanan perbankan lainnya. (ris/jpnn/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: