20 Siswa MI Keracunan

199

Diduga Berasal dari Mi Ayam

KUDUS–Sekitar 20 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Imaduddin, Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kudus, diduga keracunan jajanan di lingkungan sekolah. Mereka terpaksa dilarikan ke Puskesmas Mejobo kemarin untuk menjalani perawatan secara intensif.
Berdasarkan informasi, sebelumnya rata-rata siswa tersebut membeli jajan di sekitar sekolah berupa mi ayam. Mi tersebut dijual Rp 1.000. Mereka membeli dan menikmati jajan tersebut saat jam istirahat.
Menurut guru Raudatul Athfal (RA) Imaduddin Musti’ah yang satu lokasi dengan MI, sekitar pukul 10.00 mendapati salah satu siswa keluar dari ruang kelas dalam keadaan muntah-muntah. Tidak berselang lama, siswa lainnya juga mengalami hal yang sama. Mereka juga mengeluhkan kepalanya pusing.
”Saya melihat siswa MI muntah-muntah di luar kelas. Kemudian, saya menghampiri dan ternyata tidak hanya satu. Saya turut membantu siswa yang muntah-muntah,” jelasnya.
Dia menambahkan, kejadian tersebut saat siswa mengikuti pergantian jam pelajaran setelah istirahat. Saat ditanya oleh salah seorang guru, para siswa yang mengalami muntah-muntah rata-rata usai jajan mi ayam di depan sekolah.
”Lantas kami menghubungi Puskesmas Mejobo. Sekitar pukul 10.30 siswa yang diduga mengalami keracunan dibawa ke puskesmas dengan menggunakan mobil ambulans,” imbuhnya.
Musti’ah mengaku, anaknya yang bernama Amir Fadil, 8, kelas II, juga diduga mengalami keracunan. Dia sempat panik karena melihat anaknya lemas. Bahkan, beberapa siswa sampai dibantu oksigen.
Salah satu anak yang dirawat di Puskesmas Mejobo, Ramdani, 11, siswa kelas V mengaku, sekitar pukul 09.00 atau saat istirahat membeli mi ayam. Dia mengaku, sudah beberapa kali jajan mi tersebut. Namun, kemarin setelah makan mi ayam tersebut merasa mual, pusing, dan badan lemas.
”Mi ayamnya terasa agak pahit, tapi tetep saya makan. Setelah masuk kelas, tiba-tiba rasanya mual dan akhirnya muntah. Kepala saya juga pusing,” ungkapnya.
Ramdani yang masih menjalani rawat inap dan di salah satu tangannya dipasang infus mengaku, kondisinya lebih baik setelah diberi obat oleh dokter. Meski, terkadang dia masih merasa pusing. “Tapi muntahnya sudah berkurang,” imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Doni Feridan, 9, siswa kelas V. Kemarin malam dia kembali ke puskesmas lagi karena masih merasa pusing dan mual.
Menurut keterangan Ibu Doni, Ngatinah, kemarin siang anaknya sudah diperbolehkan dokter pulang. ”Tapi saya sore hari masih merasa mual dan pusing. Jadi saya khawatir karena kondisinya yang masih lemas. Akhirnya, saya berobatkan kembali ke puskesmas,” imbuhnya.
Dokter yang menangani siswa, Ardianto mengatakan, ada 20 siswa yang diduga mengalami keracunan. Tidak semua siswa menjalani rawat inap. Siswa yang menjalani perawatan secara intensif ada delapan orang dan 12 siswa lainnya menjalani rawat jalan.
”Pasien diduga keracunan masih dalam penanganan. Saya tetap pantau kondisinya karena masih ada yang mengeluhkan pusing dan mual. Tapi, rata-rata kondisi pasien sudah mulai membaik,” tandasnya.
Para korban yang masih menjalani rawat inap di antaranya Zella, 11, siswa kelas V; Faris Abdul, 11, kelas V; Ramdani, 11, siswa kelas V; M.Iqbal, 8, siswa kelas III; Samsul Hilal, 8, siswa kelas II. Mereka dalam kondisi masih diinfus. (san/ris/ida)