Siswa 18 Sekolah Diajak Keliling Phapros

23

Lomba Jurnalistik
Phapros-Radar Semarang

NGEMPLAK SIMONGAN — Sebanyak 54 siswa dari 19 SMA/SMK/MA di Semarang dan Ungaran, Rabu (28/5) kemarin mengikuti ’Phapros Healthy Education Student 2014 (Study Visit and Journalist Competition)’ yang digelar PT Phapros Tbk bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Semarang. Kegiatan kunjungan belajar sekaligus kompetisi menulis berita tentang Phapros tersebut digelar dalam rangka merayakan ulang tahun PT Phapros Tbk ke-60.
Sebelum berkeliling pabrik, para jurnalis sekolah itu berkumpul di aula pabrik yang terletak di Jalan Simongan Raya, Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang Barat tersebut. Di tempat itu, peserta kunjungan belajar yang juga didampingi sejumlah guru mendengarkan presentasi soal company profile Phapros, serta produk-produk yang dihasilkan termasuk proses pembuatan obat dan pengolahan limbah.
Direktur Produksi PT Phapros Dra Barokah Sri Utami mengatakan, kegiatan yang khusus mengundang para pelajar itu diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang proses pembuatan obat, khususnya di PT Phapros. ”Mungkin adik-adik tahunya produk Phapros itu cuma Antimo ya? Padahal produknya banyak lho? Sehingga lewat kegiatan ini diharapkan adik-adik bisa mendapat pengetahuan baru soal PT Phapros,” kata Barokah Sri Utami.
Selain itu, kata dia, lewat lomba menulis berita, para siswa bisa mengekspresikan kunjungan ke PT Phapros dalam bentuk tulisan untuk dilombakan. ”Nanti akan dipilih enam juara. Serta tiga tulisan terbaik akan dimuat di Jawa Pos Radar Semarang. Jadi, mohon kesempatan ini dimanfaatkan betul. Ya, siapa tahu kelak adik-adik ini bisa jadi wartawan beneran,” ucapnya.
Assistant Manager Kesatuan Pengawasan Internal PT Phapros Tbk, Riza Effendi, memaparkan sejarah PT Phapros yang berdiri sejak 1954. Dikatakan, PT Phapros telah melayani masyarakat dengan memproduksi obat-obatan bermutu selama lebih dari empat dasawarsa melalui pabriknya di Jalan Simongan Raya No 131 Semarang tersebut. ”Berorientasi pada kualitas, Phapros termasuk salah satu dari lima persahaan yang pertama kali mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) tahun 1990,” kata Riza.
Menurutnya, komitmen Phapros terhadap standar kualitas dibuktikan lagi dengan memperoleh sertifikat ISO 9001 pada 1999, yang pada 2002 kemudian ditingkatkan menjadi sertifikat ISO 9011 versi 2000, dan sertifikat ISO 14001 pada 2000.
Riza juga mengatakan, untuk meletakkan fondasi bisnis yang kuat, manajemen terus menerapkan Good Corporate Governance. ”Dan tidak kalah penting manajemen akan terus membangun kompetensi personel melalui program pengembangan SDM yang terarah, sehingga memiliki struktur organisasi yang kuat,” ujarnya.
Setelah presentasi di aula PT Phapros, para siswa diajak keliling pabrik. Satu per satu ruangan dan tempat di pabrik ini disambangi. Mulai ruang produksi, pengepakan, pengolahan limbah, pengolahan kompos hingga ruang utility. Para siswa yang berasal dari SMA 3 Semarang, SMA 5 Semarang, SMA 2 Semarang, SMA 6 Semarang, SMA 7 Semarang, SMA 11 Semarang, SMA 1 Ungaran, SMA 2 Ungaran, SMK 7 Semarang, SMA Kesatrian 2 Semarang, SMA Kesatrian 1 Semarang, SMA Setiabudi Semarang, SMA Masehi 1 PSAK Semarang, MAN 2 Semarang, SMA Nasima, SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, SMA Institut Indonesia (Instindo) dan SMK Visi Media Indonesia Ungaran tampak antusias bertanya kepada petugas PT Phapros yang menjadi pemandu.
Ada 5 orang yang memandu siswa selama berkeliling. Mereka adalah Riza Effendi, Idiana Novieta (Assistant Manager Produksi), Muhammad Ali (Assistant Manager Utility), Adi Sutejo (EHS Officer), dan Sardjana (Assistant Manager Engineering)
Siswi SMK Visi Media Indonesia Ungaran, Lutfi Arizka mengatakan, kegiatan kunjungan belajar ke Phapros dapat menambah pengalamannya, terutama tentang proses pembuatan obat. Selain itu, lewat lomba menulis berita, dirinya bisa mengasah kemampuannya di bidang jurnalistik. ”Kebetulan saya jurusan broadcast, jadi dengan adanya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat banget,” katanya. Rizka yang kini duduk di kelas XI terlihat antusias mengikuti setiap detail acara tersebut.
Ketua panitia acara, Adi Sutejo, mengatakan, kegiatan kemarin sebenarnya mengundang 21 SMA/SMK/MA di eks Karesidenan Semarang. Namun pada hari H kemarin, perwakilan siswa dari dua sekolah batal hadir, yakni MAN 1 Semarang dan SMA Islam Hidayatullah Semarang.
Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengenalkan PT Phapros ke masyarakat umum, khususnya para pelajar. ”Lewat para generasi penerus bangsa inilah, kita berharap PT Phapros akan tetap mendapat tempat di hati masyarakat,” kata Adi.
Lomba jurnalistik yang dikemas lewat kunjungan belajar ke PT Phapros ini, menurutnya, juga memiliki manfaat besar kepada para siswa untuk mengasah kemampuan jurnalistiknya. Sebab, setelah melihat sendiri bagaimana proses produksi hingga proses pengepakan hasil produksi di PT Phapros, para siswa bisa menuliskannya dalam bentuk berita untuk dilombakan.
”Saya berharap para siswa juga bisa memberitahu ke teman-temannya tentang PT Phapros, termasuk menuliskannya dalam bentuk berita yang baik untuk dipublikasikan,” katanya. (mg1/aro/ce1)

BAGIKAN
Berita sebelumyaOptimistis Lolos
Berita berikutnyaBerburu Kostum Piala Dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here