Siap Perjuangkan Desa Perpencil

152

Faizun,
Caleg Terpilih DPRD Wonosobo

Faizun merupakan salah kader muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Wonosobo. Pria kelahiran Wonosobo 19 Maret 1971 itu, tercatat sukses meniti karier dalam dunia politik. Ya, selama sepuluh tahun terakhir, ia menjadi wakil rakyat untuk tingkat kabupaten. Pada pileg 9 April lalu, Faizun kembali terpilih untuk jabatan 5 tahun ke depan.

Faizun berkisah, belajar dunia politik sejak masih duduk di bangku kuliah. Pria lulusan Universitas Darul Ulum Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 1997 itu, selama menjadi mahasiswa, selain aktif belajar juga aktif berorganisasi. Yakni, melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Selama menjadi mahasiswa, Faizun yang belajar mengenai ilmu tarbiyah atau pendidikan, aktif dalam dunia pergerakan. Dia juga terlibat aksi reformasi pada 1998, dengan teman seangkatannya kala itu.
Selesai menempuh perguruan tinggi dengan gelar Sarjana Agama, pada 1999 Faizun pulang kampung, di Desa Kalicibuk, Kecamatan Kaliwiro Wonosobo. Sebagai sarjana, dia terpanggil untuk membangun daerahnya, yang masih sebagian desanya tergolong terpencil.
Kala itu, Faizun memilih PKB sebagai media untuk mengeksresikan pemahaman politiknya. Dia dipercaya sebagai Sekretaris PAC Kecamatan Kaliwir selama satu periode, yakni 1999-2004. Setelah mengabdi selama lima tahun, karier Faizun di parpol meningkat. Pada 2004, dia terpilih menjadi Ketua PAC PKB Kaliwiro hingga dua periode berturut-turut.
Lantaran tercatat aktif, maka pada 2004, Faizun mendapat mandat dari parpolnya menjadi calon wakil rakyat. Tepatnya, untuk daerah pemilihan Wonosobo bagian selatan. Meliputi: Kecamatan Kaliwiro- Kalibawang dan Wadaslintang.
Pada tahap awal mengikuti pileg, Faizun tercatat sukses. Ia terpilih menjadi wakil rakyat periode 2004-2009. Nah, lima tahun berikutnya, dia kembali dipercaya oleh PKB dan terpilih sebagai DPRD Wonosobo periode 2009-2014.
Setelah meniti karier selama sepuluh tahun dalam jagad politik kabupaten, pada 9 April lalu, Faizun kembali mendapatkan kepercayaan pemilih untuk mengemban amanat sebagai wakil rakyat 2014-2019 dari wilayah yang sama.
Dampingi Warga Sakit Sampai Rumah Sakit
Kepada Radar Semarang, Faizun berkisah bahwa karir yang dicapainya saat ini, bukan merupakan kebanggaan diri. Karena tanpa kepercayaan masyarakat, posisinya saat ini tidak akan pernah dicapai.
”Saya bekerja sebagai bagian dari masyarakat, untuk membawa aspirasi masyarakat,” katanya. Suami dari Titi Subarkah ini menuturkan, dalam menjalani hidup sebagai politisi, banyak tantangan yang dihadapi. Antara lain, menjadi politisi harus mempunyai kepekaan, sekaligus mempunyai jiwa yang sabar. Dia mencontohkan, salah satu yang kerap dia hadapi, ketika ada warga sakit dan membutuhkan pelayanan pengobatan. Sebab, tidak semua warga mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Karena sistem berokrasinya panjang, dia memastikan bahwa warga tersebut harus mendapatkan pelayanan. ”Saya harus mendampingi, dari mengantar periksa, sampai mendapatkan pengobatan gratis melalui Jamkesda.”
Tak hanya itu. Sebagai wakil rakyat, Faizun merasa kehadirannya di tengah-tengah masyarakat menjadi sangat penting. Dalam sejumlah pertemuan masyarakat di desa misalnya, dia kerap datang dan berkumpul untuk membahas capaian pembangunan desa hingga larut malam. ”Saya sering pulang di atas tengah malam. Karena banyak pemuda desa, mengadakan pertemuan malam hari. Kalau pagi, mereka kerja,” katanya.
Dua contoh itu, Faizun ingin menceritakan bahwa kerja sebagai politisi harus mampu melayani secara baik. Hal itu menjadi kunci dalam membangun hubungan, sekaligus tali silaturahmi kepada masyarakat. ”Tugas DPRD sebagai wakil rakyat, maka harus sabar dan telaten melayani.”
Meski sudah sepuluh tahun bekerja, Faizun mengaku ke depan akan lebih keras bekerja. Apalagi, dia merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Wonosobo selatan. Di wilayah itu, masih banyak kondisi desa dengan infrastruktur pembangunan kurang memadai. ”Selain infrastruktur jalan, yang dibutuhkan masyarakat pelayanan kesehatan, pendidikan yang mudah. Karena itu akan mendorong taraf hidup masyarakat.”
Perjuangkan Desa Terpencil
Faizun mengatakan, untuk lima tahun ke depan, dia akan terus memperjuangkan pembangunan di wilayah pemilihannya. Sekaligus, memperjuangkan pembangunan tingkat kabupaten.
Dikatakan, di wilayahnya masih banyak desa yang tergolong terpencil. Sebab, akses transportasi darat belum semuanya memadai. Di antaranya, untuk wilayah Kecamatan Wadaslintang dan Kecamatan Kalibawang.
Di Kecamatan Wadaslintang, yang mempunyai potensi waduk, belum tergarap secara baik dalam memicu pertumbuhan ekonomi wisata. Selain itu, sejumlah desa juga belum mendapatkan akses pembangunan jalan lebih baik.
”Secara bertahap, desa-desa terpencil akan kami perjuangkan pada lima tahun ke depan, sehingga mendapatkan anggaran prioritas pembangunan kabupaten,” katanya.
Untuk Kecamatan Kalibawang, sebagai salah satu kecamatan baru, ayah tiga anak ini menilai, sejumlah pembangunan harus dilakukan percepatan. Di antaranya, untuk sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan. Dia mendorong anak-anak di wilayah itu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA lebih mudah.
”Kami bekerja sama dengan masyarakat mendorong berdirinya sekolah tingkat SMA dan SMK, secara bertahap di Kaliwiro dan Wadaslintang sudah berdiri, ke depan kecamatan lainnya,” kata ayah dari Fella Ithmaann Faizun, Qonita Silvia Faizun dan Muhammad Aufa Ashfa thama Faizun ini. (ali/isk/ce1)

Tinggalkan Komentar: